Pusat Islam Johannesburg Kaji Filsafat Daring Saat Ramadhan

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Nashih Nashrullah

 Senin 27 Apr 2020 22:47 WIB

Kajian filsafat di Johannesburg digelar daring selama Ramadhan. Ilustrasi umat Islam di Masjid Nizamiye, Johannesburg, South Africa, Jumat (18/5). Foto: Kim Ludbrook/EPA EFE Kajian filsafat di Johannesburg digelar daring selama Ramadhan. Ilustrasi umat Islam di Masjid Nizamiye, Johannesburg, South Africa, Jumat (18/5).

Kajian filsafat di Johannesburg digelar daring selama Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JOHANNESBURG – Pusat Islam Johannesburg di Afrika Selatan menawarkan pelajaran daring tentang filsafat Islam selama 30 malam selama Ramadhan.

Kepala Pusat Islam, Hojat-ol-Islam Seyed Abdollah Hosseini, mengatakan karena penutupan masjid untuk membendung penyebaran virus Covid-19, pelajaran diberikan secara daring setiap malam. 

Baca Juga

Dikutip di AhlulBayt News Agency pembelajaran yang ditawarkan disajikan dalam bentuk 45 menit kuliah dalam bahasa Inggris. Pertanyaan yang diberikan akan dijawab melalui media perpesanan WhatsApp.  

"Pelajaran pertama dimulai pada hari pertama Ramadhan dan akan berlanjut sampai akhir bulan suci," kata Hojat-ol-Islam Seyed Abdollah Hosseini dikutip di AhlulBayt News Agency, Senin (27/4). 

Menurut Hojat-ol-Islam Hosseini, beberapa pembelajaran yang diberikan membahas tentang pembuktian keberadaan Allah SWT, keadilan Ilahi, kehendak Allah SWT versus kehendak manusia, kriteria agama yang benar, masalah kejahatan, mukjizat, akhir zaman, dan kehidupan di Akhirat.

Filsafat Islam adalah disiplin yang berkaitan dengan masalah umum yaitu, pengetahuan, jiwa, Tuhan, dan agama.

Menurut data statistik yang dikeluarkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika, jumlah kasus positif Covid-19 di Afrika tercatat 29.422 kasus. Jumlah kasus kematian tercatat 1.314 orang, dan jumlah kasus sembuh mencapai 8.804 orang. 

Dilihat dari jumlah kasus positif, negara dengan jumlah kasus paling serius berada di Afrika Selatan, Mesir, Moroko, dan Aljazair. Kasus positif di keempat negara tersebut melampaui 3.000 orang. 

Menghadapi wabah yang merajalela, negara-negara Afrika berturut-turut mengambil tindakan. Beberapa yang diambil adalah pemberlakuan jam malam dan keadaan darurat untuk mencegah wabah.  

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...

Berita Lainnya

Play Podcast X