Alasan Mengapa Kita Penting Sambut Ramadhan dengan Syukur

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah

 Senin 27 Apr 2020 21:54 WIB

Umat Islam harus menyambut Ramadhan dengan syukur.  Ilustrasi Ramadhan Foto: Pixabay Umat Islam harus menyambut Ramadhan dengan syukur. Ilustrasi Ramadhan

Umat Islam harus menyambut Ramadhan dengan syukur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ramadhan adalah bulan suci yang dirindukan umat Islam di seluruh dunia. Muslim di seluruh dunia mempersiapkan diri untuk menyambut bulan istimewa yang telah lama dinanti-nanti.  

Ustaz Bobby Herwibowo mengingatkan umat Islam tentang adab menyambut Ramadhan. Menurutnya orang mukmin yang menyambut Ramadhan harus bergembira, bersyukur, bersabar, ikhlas, dan ridha.

Baca Juga

"Kita harus bersyukur kepada Allah SWT karena Allah masih memberi kita kesempatan untuk bisa bertemu dengan bulan Ramadhan yang mulia. Jadi kita sambut Ramadhan dengan hati yang bergembira dan bersyukur kepada Allah SWT," kata Ustaz Bobby saat diwawancarai Republika.co.id, belum lama ini.   

Ustaz lulusan Universitas Al-Azhar Kairo Mesir ini mengutip Surah Al Munafiqun Ayat 11. Artinya, “Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.”

Dia menjelaskan, andai orang yang telah mati boleh minta kepada Allah untuk sekejap saja kembali ke dunia guna menikmati ibadah di bulan Ramadhan, pasti mereka memintanya. Tapi Allah tidak akan memberikan kesempatan itu.  

"Jadi adab Ramadhan adalah bersyukur karena Allah SWT menghadirkan kita di bulan Ramadhan yang mulia," ujarnya. Ustaz Bobby menyampaikan, meski Ramadhan kali ini ada wabah virus corona atau Covid-19, umat Islam harus tetap bersyukur. Karena bersyukur dan bersabar selalu berdampingan. 

Umat Islam tidak boleh menyesal dalam kondisi seperti ini, karena orang-orang tangguh dan hebat akan muncul dalam kondisi sulit seperti ini.  

Ustaz Pendiri Yayasan Askar Kauny ini mengingatkan umat Islam ikhlas dan ridho menerima ketetapan Allah SWT. Dalam hadits qudsi dikatakan siapa yang tidak bersyukur atas nikmat dari Allah dan tidak bersabar atas ujian dari Allah serta tidak ridha atas ketetapan Allah, maka keluarlah dari kolong langit Aku, cari tuhan selain Aku.  

"Jadi kalau kita tidak ridha atas semua ketetapan Allah maka Allah tidak akan ridha dengan kita," kata ustaz penemu metode menghafal Alquran semudah tersenyum ini.   

Ustaz Bobby mengutip surat Al Baqarah ayat 155-157. Artinya, “Sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan 'Innalillahi Wa Innailaihi raajiuun'. Mereka itulah yang mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

"Kita ini milik Allah dan kita akan kembali kepada Allah, jadi nikmati apa yang Allah SWT hadirkan itu adalah adabnya," kata Ustaz Bobby.

 

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X