Polda Jatim Imbau Warga tidak Takbir Keliling

Red: Yudha Manggala P Putra

Jumat 10 Aug 2012 11:29 WIB

Seorang petugas polisi memperingatkan warga yang takbir keliling dengan membahayakan diri sendiri. Foto: Dok Republika Seorang petugas polisi memperingatkan warga yang takbir keliling dengan membahayakan diri sendiri.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Hadiatmoko mengimbau masyarakat untuk tidak menggelar takbir keliling, karena arak-arakan massa itu rawan terhadap kecelakaan lalu lintas.

"Saya imbau untuk takbir di masjid saja bersama Kapolda, karena takbir di masjid lebih hening, lebih syahdu," katanya setelah memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2012 di Mapolda Jatim, Jumat (10/8).

Namun, warga yang memaksakan diri untuk mengikuti takbir keliling, diimbau untuk tidak lintas wilayah. "Kalau pun terpaksa keliling ya jangan menyeberang, ya di tempat masing-masing saja, dari Surabaya jangan ke Gresik, atau dari Sidoarjo ke Surabaya," katanya.

Dalam apel gelar pasukan tersebut Kapolda juga menyampaikan sejumlah imbauan yakni agar masyarakat yang mudik dan meninggalkan rumah dalam keadaan kosong untuk meminta bantuan personel bintara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (babinkamtibmas) setempat untuk pengamanan.

"Seperti masyarakat Surabaya, kalau mudik dan tidak ada tetangga yang dititipi, laporkan saja ke Babinkamtibmas untuk pengamanan, tentu Babinkamtibmas juga akan meminta bantuan masyarakat yang ada, karena mereka harus patroli. Perbandingan polisi kan masih 1:980 orang," katanya.

Pengamanan juga diperlukan saat Shalat Idul Fitri. "Ada yang kehilangan sepeda motor sehabis Shalat Idul Fitri, karena itu lapor polisi untuk pengamanan di saat shalat...," kata Kapolda didampingi Dirlantas Kombes Pol Komarul Zaman, Kasat Brimob Kombes Pol Mashudi, dan Kabid Humas Kombes Pol Hilman Thayib.

Ketika ditanya tentang kerawanan dari aksi terorisme, ia mengatakan  di Jatim hanya ada dua teroris yang masuk daftar pencarian orang, tapi keduanya tidak berada di provinsi tersebut.

"Insya Allah, Jatim aman dari aksi terorisme selama Idul Fitri," katanya. Sementara untuk praktik "bajing loncat" atau kejahatan di atas truk, Kapolda mengatakan masalah itu diserahkan pada Kapolres setempat dan bila perlu disiagakan penembak jitu.

Terpopuler