Jalur Limbangan-Ciawi Padat Merayap

Red: Krisman Purwoko

Jumat 02 Sep 2011 09:42 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG--Arus lalu lintas di alur Limbangan - Malangbong - Gantong Ciawi cukup padat akibat tersendat di sejumlah titik di jalur selatan Jabar itu, Jumat. Meski padat, namun secara umum kendaraan di jalur itu pada pagi hari masih merayap dan sesekali terhenti akibat adanya kendaraan yang keluar-masuk dari rumah makan maupun mesjid di jalur itu.

Tersendatnya arus lalu lintas dari arah Tasik terjadi di Tanjalan Malangbong Kabupaten Bandung disambung akibat penyempitan jalan di kawasan Malangbong sehingga mengakibatkan antrian kendaraan sekitar 10 kilometer mengular ke arah barat. Arus lalu lintas juga tersendat di kawasan Pasar Lewo, selain oleh pasar juga ada masjid yang menjadi tempat peristirahatan pemudik di kawasan Lewo.

Antrian kendaraan akibat hambatan tersebut terjadi dari arah timur serta barat masing-masih empat kilometer. Kecepatan kendaraan hanya bisa dipacu dengan kecepatan di bawah 10 kilometer per jam. Selain itu di kawasan Bandrek Garut dan di sekitar Limbangan, tempat terjadi antrian sekitar tiga kilometer. Antrian kendaraan didominasi oleh kendaraan pribadi. Arus mudik masih berlangsung dengan banyaknya kendaraan berplat nomor B dan F melaju ke arah timur.

Selain itu, arus balik dan mudik pada Hari Lebaran kedua pada malam hari juga berlangsung cukup meriah. Jalur itu sempat tersendat. Sedangkan di kawasan Nagreg Kabupaten Bandung, pukul 06.30 WIB lancar dan tidak ada antrian kendaraan seperti Kamis kemarin hingga tengah malam tadi.

Suasana di jalan Lingkar Nagreg maupun di jalur Nagreg masih bisa memacu kendaraan dengan kecepatan di atas 60 kilometer per jam. Hal sama terjadi di kawasan Cileunyi, juga masih cukup lengang meski sedikit meriah karena kawasan itu merupakan persimpangan jalur tengah dan jalur selatan serta jurusan ke Bandung. Arus balik pemudik Lebaran 2011 diprediksi akan meningkat tajam pada Kamis siang hingga malam. Sedangkan puncak arus balik akan terjadi Sabtu dan Minggu besok.

Terpopuler