Selasa, 11 Rajab 1434 / 21 Mei 2013
find us on : 
  Login |  Register

Puasa Sehat untuk Sakit Jantung

Senin, 06 Agustus 2012, 10:41 WIB
Komentar : 0
deherba.com
Jantung Sehat
Jantung Sehat

REPUBLIKA.CO.ID, Menurut ahli jantung, Dr Muhammad Munawar, mereka yang menderita penyakit jantung, baik gangguan pada jantung maupun pembuluhnya, memang berisiko kematian. Namun, dengan pengobatan, terapi, dan tindakan tertentu yang tepat, seorang pasien jantung bisa saja terbebas dari penyakitnya asalkan tekun dalam menjalani terapi dan berolahraga.

Pada bulan Ramadhan, dokter Muhammad menyarankan  para pasien penyakit jantung bisa saja mengikuti puasa dengan tanpa masalah. Mereka bisa menjalani ibadah dengan normal seperti biasa, tentu tetap memperhatikan pengobatan yang dijalaninya. "Tak ada masalah bagi penderita penyakit jantung untuk menjalani ibadah puasa," katanya

Pada bulan suci ini, kegiatan ibadah juga semakin meningkat. Menurut dia, tak ada perlakuan khusus bagi mereka yang mengalami penyakit jantung dalam meningkatkan aktivitas ibadah mereka pada bulan Ramadhan. "Aktivitas itu malah membantu mereka sebagai bagian dari exercise (olahraga)."
 
Untuk menjalankan ibadah puasa, kata Munawar, para pasien penyakit jantung tak perlu melakukan sesuatu yang khusus. Bila pasien itu diwajibkan menjalani pengobatan dengan oral (obat minum), obat itulah yang harus tetap diminum secara rutin dan tak ditinggalkan selama berpuasa.

"Pasien penyakit jantung jarang diberikan obat, hanya beberapa kasus, seperti gagal jantung. Namun, ada beberapa pilihan yang bisa ditempuh oleh pasien untuk obatnya. Ini bisa dikonsultasikan kepada dokternya," jelas Munawar.
 
Pilihan-pilihan yang dimaksud pakar aritmia ini adalah meminta dokter untuk memberikan obat yang rutinitas meminumnya dikurangi. Misalnya, pasien diberikan obat yang rutin diminum tiga kali sehari. Khusus dalam bulan puasa, pasien bisa meminta agar dokter memberikan obat yang rutinitas meminumnya hanya sekali sehari.

"Namun, kalau pasiennya mendapatkan obat yang tiga kali sehari, dia bisa mengatur waktu minumnya yang tidak mengganggu jadwal berpuasa."

Reporter : Dewi Mardiani
Redaktur : Hafidz Muftisany
2.648 reads
Apabila Allah memberikan kenikmatan kepada seseorang hendaknya dia pergunakan pertama kali untuk dirinya dan keluarganya.((HR. Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Alhamdulillah, Malawi Bangun Universitas Islam Pertama
LILONGWE---Muslim Malawi tak lama lagi akan membuka Universitas Islam pertama di negara itu. Pembangunan kampus ini diharapkan dapat mempromosikan pendidikan modern dikalangan Muslim. Pembangunan...