Monday, 10 Rajab 1434 / 20 May 2013
find us on : 
  Login |  Register

Mualaf Pakistan: Ada Hal Istimewa Dibalik Ramadhan

Monday, 23 July 2012, 15:03 WIB
Komentar : 0
 Para jamaah berdoa bersama sebelum berbuka puasa dalam sebuah masjid di Peshawar, Pakistan, Sabtu (21/7).  (Mohammad Sajjad/AP)
Para jamaah berdoa bersama sebelum berbuka puasa dalam sebuah masjid di Peshawar, Pakistan, Sabtu (21/7). (Mohammad Sajjad/AP)

REPUBLIKA.CO.ID, KARACHI -- Bagi Mangat Ram, bulan suci Ramadhan memiliki makna khusus dalam hidupnya. Pria yang memutuskan menjadi mualaf enam bulan lalu itu mengatakan, Ramadhan telah menuntunnya menemukan cahaya Islam.

"Saya terus berpikir, umat Islam tidak makan dan minum lalu tanpa ada yang mengawasi. Artinya, ada hal istimewa dibalik ritual ini," kenang mualaf yang berasal dari Thar, selatan Provinsi Sind, Pakistan itu.

Pemikiran itu membuat pria 34 tahun yang memutuskan mengganti namanya menjadi Ali Abdullah pascabersyahadat ini menemukan jawabannya. "Saya bersyukur kepada Allah SWT yang telah menuntun ke jalan yang benar," ujarnya seraya mengucapkan Alhamdulillah.

Ramadhan 1433 Hijriyah adalah bulan puasa pertama bagi Abdullah. Sebab, setengah tahun lalu ia masih memeluk agama lamanya, Hindu. Kini, ia pun mengaku bersemangat menjalani puasa perdananya sebagai seorang muslim. "Saya sangat bersemangat untuk menjalani puasa. Ini pengalaman baru buat saya," kata Abdullah seperti dikutip onislam.net, Senin (23/7). (baca: Mangat Ram: Ramadhan Membawaku kepada Islam).

Selama setahun terakhir, ratusan umat Hindu telah memeluk Islam di berbagai belahan Sindh. Pun dengan sejumlah orang Kristen di Punjab, yang memutuskan kembali kepada Islam.

Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Karta Raharja Ucu
Sumber : onislam.net
3.024 reads
Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.(QS At Taubah ( 9:20))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Wow, Kemeja 100 Hari Pakai Tak Perlu Dicuci
JAKARTA--Untuk sebagian pria, mencuci kemeja adalah hal yang merepotkan. Tak heran, apabila kemeja yang dipakai bisa berhari-hari tetap dikenakan. Produsen kemeja asal...