Sabtu, 8 Rajab 1434 / 18 Mei 2013
find us on : 
  Login |  Register

Penduduk Lokal Amerika Mulai Rayakan Ramadhan

Sabtu, 21 Juli 2012, 16:22 WIB
Komentar : 0
fiqhislam
Muslim Amerika
Muslim Amerika

REPUBLIKA.CO.ID, TEXAS -- Sekitar 1.200 umat Islam  Texas, Amerika Serikat  berkumpul di meajid terbesar di kota itu pada Jumat (20/7) sore. Mereka pun menentukan hari pertama Ramadhan, bulan suci umat Islam.

Mereka mendengarkan ceramah sang imam, Yusuf Said, untuk memperdalam iman. "Ini adalah bulan rahmat," kata sang imam, berkata dalam bahasa Inggris dan Arab secara bergantian.

"Ini adalah bulan Quran, Ramadhan akan menyucikan hati kita."  Para jemaah kemudian meluap hingga ke lorong dan teras luar ruangan Islamic Center San Antonio seluas 8,5 hektare di daerah Texas Selatan Medical Center Area.

Dalam kurun waktu seminggu ke depan, para jemaah berharap bisa berkumpul di sebuah masjid dengan luas 21.500 persegi, yang saat ini sedang dibangun dengan biaya sekitar 2,5 juta dolar AS.

Kerumunan jamaah semakin meningkat di sembilan mesjid di kota,  sebanyak 30 ribu Muslim diperkirakan berkumpul untuk berdoa sepanjang malam. Sebagian jemaah lain sering berdoa lebih lama selama Ramadhan, dan mereka lebih sering membaca Alquran dan mengumpulkan sumbangan bagi fakir miskin.

Saat matahari terbenam, mereka berkumpul di rumah atau masjid-masjid untuk berbuka puasa setiap hari. Islamic Center ini berdiri sejak tahun 1992 di sebuah toko kelontong, dan empat tahun kemudian barulah dibangun mesjid saat Fairhaven Avenue, dengan luas hampir 8 ribu meter persegi.

Tetapi dengan terus bertambahnya jemaah baru, pusat Islam di sini mulai kekurangan ruang. Masjid baru yang sedang dibangun akan memiliki pintu masuk yang lebih besra dan lorong-lorong, dengan lantai dan dinding marmer.

Ruang shalat utama yang ditujukan untuk laki-laki akan memiliki dinding yang terbuat dari granit dan kubah besar maupun lampu kristal. Imam Said juga akan memiliki kantor dalam ukuran besar serta ruang pertemuan. Sedangkan perempuan dan anak-anak akan berkumpul di ruang sebelahnya yang dipisahkan dengan kaca.

"Ini merupakan waktu yang saya tunggu-tunggu," kata Badil Elhady, insinyur pemeliharaan untuk Schlumberger di San Antonio. Ada sukacita yang dialaminya dalam menyelesaikan kewajiban tahun ini bagi agama Islam.

Reporter : Nora Azizah
Redaktur : Heri Ruslan
Sumber : mysanatonio.com
2.959 reads
Demi Allah, kami tidak akan mengangkat seorang pun yang meminta sebagai pemimpin atas tugas ini dan tidak juga seorang yang berambisi memperolehnya.(HR Muslim )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Alhamdulillah, Muslim Samba Terus Bertambah
RIO DE JENEIRO—Apakah ada komunitas Muslim di Brasil. Pertanyaan itu wajar terucap. Ini karena, negeri itu berpenduduk mayoritas Katolik. Tapi jangan salah, di negeri...