Selasa, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register
Senin, 13 Agustus 2012, 14:28 WIB

Kecelakaan di Pantura Umumnya Pengendara Motor

Antara/Noveradika
Salah seorang pemudik motor dengan anggota keluarganya.

REPUBLIKA.CO.ID, CIKAMPEK -- Tingkat pelayanan kecelakaan di jalur Pantura, Jawa Barat, sejauh yang pernah terjadi selalu didominasi oleh pengendara motor. Menurut petugas posko kesehatan Purwakarta, Heryanto, pada H-3 mereka pada umumnya terjebak kondisi jalan hingga lelah dan akhirnya lalai dalam berkendara, kemudian pada H-4 biasanya, mereka terburu-buru untuk mengejar jam kerja mereka.

Sedangkan petugas medis Posko Simpang Mutiara, Hari Pramana mengatakan, tidak jarang juga kecelakaan terjadi pada H-7 hingga H-5 Lebaran. Pasalnya, di waktu-waktu tersebut, kondisi jalan terpantau relatif lancar, sehingga mereka dianggap kurang mewaspadai adanya titik-titik kerusakan jalan dan masih ramainya kendaraan-kendaraan besar yang melintas.

"Selain itu, bila mereka mengantuk, kondisi jalan yang lenggang membuat mereka lalai," kata Pramana menjelaskan. Karena itu, pemudik diharapkan dapat mengantisipasi minimnya pelayanan-pelayanan khusus yang tersedia di sepanjang jalur Pantura.

Pengendara motor juga lebih disarankan untuk beristirahat serta menyiapkan kondisi yang prima hingga tempat peristirahatan yang tersedia. Dia menambahkan agar pemudik mempersiapkan juga obat-obatan serta vitamin guna mewaspadai kelelahan berkendara.

Reporter : Andi Ikhbal
Redaktur : Dewi Mardiani
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda
Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur(HR. Thabrani)