Kamis, 28 Zulhijjah 1437 / 29 September 2016
find us on : 
  Login |  Register
Senin, 13 Agustus 2012, 14:28 WIB

Kecelakaan di Pantura Umumnya Pengendara Motor

Rep: Andi Ikhbal/ Red: Dewi Mardiani
Antara/Noveradika
 Salah seorang pemudik motor dengan anggota keluarganya.
Salah seorang pemudik motor dengan anggota keluarganya.

REPUBLIKA.CO.ID, CIKAMPEK -- Tingkat pelayanan kecelakaan di jalur Pantura, Jawa Barat, sejauh yang pernah terjadi selalu didominasi oleh pengendara motor. Menurut petugas posko kesehatan Purwakarta, Heryanto, pada H-3 mereka pada umumnya terjebak kondisi jalan hingga lelah dan akhirnya lalai dalam berkendara, kemudian pada H-4 biasanya, mereka terburu-buru untuk mengejar jam kerja mereka.

Sedangkan petugas medis Posko Simpang Mutiara, Hari Pramana mengatakan, tidak jarang juga kecelakaan terjadi pada H-7 hingga H-5 Lebaran. Pasalnya, di waktu-waktu tersebut, kondisi jalan terpantau relatif lancar, sehingga mereka dianggap kurang mewaspadai adanya titik-titik kerusakan jalan dan masih ramainya kendaraan-kendaraan besar yang melintas.

"Selain itu, bila mereka mengantuk, kondisi jalan yang lenggang membuat mereka lalai," kata Pramana menjelaskan. Karena itu, pemudik diharapkan dapat mengantisipasi minimnya pelayanan-pelayanan khusus yang tersedia di sepanjang jalur Pantura.

Pengendara motor juga lebih disarankan untuk beristirahat serta menyiapkan kondisi yang prima hingga tempat peristirahatan yang tersedia. Dia menambahkan agar pemudik mempersiapkan juga obat-obatan serta vitamin guna mewaspadai kelelahan berkendara.

Kerjasama Republika Online - KEMENHUB
Pantau Live Jalur Mudik Lainnya
Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya ketika saling berjumpa di hari Ied mereka mengucapkan: Taqabbalallahu Minna Wa Minka (Semoga Allah menerima amal ibadah saya dan amal ibadah Anda)(HR Imam Ahmad dalam Al Mughni (3/294))