Destinasi Wisata di Agam Dikunjungi 7.064 Wisatawan Selama Libur Lebaran

Rep: Febrian Fachri/ Red: Ani Nursalikah

Kamis 18 Apr 2024 17:16 WIB

Objek Wisata Pincuran Gadang Kecamatan Matur, Kabupaten Agam terus dikembangkan oleh pemerintah setempat. Foto: Antara/Pemkab Agam Objek Wisata Pincuran Gadang Kecamatan Matur, Kabupaten Agam terus dikembangkan oleh pemerintah setempat.

REPUBLIKA.CO.ID, AGAM -- Disparpora Kabupaten Agam mencatat sebanyak 7.064 pengunjung datang ke objek wisata yang dikelola pemerintah daerah selama libur lebaran 2024.

Kabid Pengembangan dan Promosi Pariwisata Disparpora Agam Adek Ariani mengatakan kunjungan itu terpantau dibeberapa objek wisata yang dikelola pemerintah daerah. Adek menyebut pengunjung datang ke objek wisata Linggai Park sebanyak 5.785 kunjungan, Ambun Tanai 680 kunjungan, Bandar Mutiara 339 kunjungan dan Sajuta Janjang 260 kunjungan.

Baca Juga

“Selama libur lebaran ini Linggai Park menjadi primadona,” kata Adek, Kamis (18/4/2024).

Adek menilai secara langsung jumlah kunjungan dapat mendorong pergerakan ekonomi masyarakat. Dan jumlah yang didata Pemkab Agam kata Adek belum termasuk kunjungan ke objek wisata yang dikelola pihak swasta atau pribadi masyarakat.

“Ini baru data kunjungan ke objek wisata dikelola pemerintah daerah. Belum lagi dikelola swasta, kita yakin lebih banyak lagi kunjungannya,” kata Adek.

Untuk objek wisata yang dikelola swasta atau pribadi, Disparpora masih menunggu data kunjungan yang dihimpun pihak pengelola.

Sementara itu, kunjungan wisatawan ke objek wisata Pasia Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam melonjak saat libur lebaran tahun ini. Hal ini dibenarkan Camat Tanjung Mutiara, Edo Aipa Pratama. Edo menyebut kunjungan ke Pasia Tiku saat libur lebaran jauh meningkat dibanding hari biasanya sehingga berikan dampak positif bagi pedagang.

“Setiap harinya mencapai seribuan pengunjung yang datang. Ini terpantau dari penjualan karcis mulai hari H hingga H+5 lebaran,” Edo.

Edo melihat pengunjung objek wisata Pasia Tiku tidak hanya dari Agam atau Sumbar, tapi juga dari provinsi lain. Misalnya, dari Riau dan dari Jawa yang merupakan perantau yang mudik. Menurutnya, tingginya kunjungan ke Pasia Tiku membuktikan objek wisata itu sudah dikenal masyarakat secara luas, baik di ranah maupun perantauan.

“Setelah ditelusuri, perputaran uang setiap hari di Pasia Tiku mencapai Rp 100-200 juta. Ini rezeki bagi pedagang saat libur lebaran,” kata Edo.

Perputaran uang jauh meningkat dibanding hari biasa sehingga keberadaan objek wisata sangat dirasakan bagi pedagang.

Terpopuler