Lebaran 2024 Bawa Berkah, Pemkab Karo Prediksi 50.000 Wisatawan Berdatangan

Red: Erdy Nasrul

Sabtu 13 Apr 2024 07:40 WIB

Wisatawan berjalan di dermaga saat akan menaiki kapal cepat di Pelabuhan Sanur, Denpasar, Bali, Jumat (12/4/2024). Penyeberangan wisatawan menggunakan kapal cepat di pelabuhan yang menghubungkan Sanur dengan Pulau Nusa Penida dan Nusa Lembongan itu selama masa libur Lebaran 2024 rata-rata mencapai 7.000 orang pervhari yang didominasi wisatawan domestik atau meningkat jika dibandingkan rata-rata penumpang pada hari biasa yaitu sekitar 4.000 orang. Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf Wisatawan berjalan di dermaga saat akan menaiki kapal cepat di Pelabuhan Sanur, Denpasar, Bali, Jumat (12/4/2024). Penyeberangan wisatawan menggunakan kapal cepat di pelabuhan yang menghubungkan Sanur dengan Pulau Nusa Penida dan Nusa Lembongan itu selama masa libur Lebaran 2024 rata-rata mencapai 7.000 orang pervhari yang didominasi wisatawan domestik atau meningkat jika dibandingkan rata-rata penumpang pada hari biasa yaitu sekitar 4.000 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo, Sumatera Utara (Sumut) memprediksi kunjungan ke objek wisata di daerah ini mencapai 50.000 wisatawan selama libur Lebaran 2024.

"Saya prediksi liburan Lebaran tahun ini melonjak besar, bisa mencapai 50.000 wisatawan," ujar Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Karo Munarta Ginting, di Medan, beberapa waktu lalu.

Baca Juga

Karena itu, katanya pula, pemerintah telah menyiapkan berbagai fasilitas hotel yang bekerjasama dengan pihak swasta dalam menampung wisatawan yang datang ke tempat ini.

Misalkan saja di kawasan Berastagi yang selalu ramai dikunjungi pada Lebaran tersebut, menurut Munarta, pihak pengelola hotel baik berbintang, vila, dan lainnya sudah mempersiapkan yang terbaik untuk wisatawan.

"Untuk harga sewa kamar hotel per malam pasti ada kenaikan, karena puncak liburan, tapi untuk kuliner tidak ada yang naik di kawasan objek wisata," kata Munarta.

Pihaknya telah mempersiapkan staf di objek wisata, baik yang punya swasta maupun pemerintah yang nantinya melonjak tinggi untuk mengantisipasi kepadatan.

Di sisi lain, untuk jalur menuju objek wisata Karo yang berasal dari Kota Medan dan sekitarnya menjadi sorotan para pemangku kepentingan tersebut. Oleh karena itu, menurut Munarta, pihaknya bersama kepolisian maupun dinas perhubungan telah melakukan rapat untuk antisipasi kemacetan.

"Sebelum Lebaran, kami juga melalukan rapat kepada pihak kepolisian dan dinas perhubungan untuk melakukan rekayasa lalu lintas nantinya kalau memiliki kepadatan tinggi," ujarnya lagi.

Munarta menambahkan, jika ada para wisatawan terkena pungutan liar (pungli) oleh oknum yang tak bertanggung jawab diimbau segera melapor ke pihak kepolisian terdekat objek supaya dapat ditindaklanjuti.

"Seperti di Lau Kawar, kawasan Gunung Sinabung, kami sudah berkoordinasi kepada kepolisian untuk menindak pungli di sana," ujarnya pula.

Terpopuler