3 Faktor Penyebab Kecelakaan Pemudik Bermotor di Jalan, Apa Saja?

Red: Qommarria Rostanti

Kamis 11 Apr 2024 21:57 WIB

Pemudik motor melintas di jalan Pamanukan, Jawa Barat. Pengendara roda dua wajib memahami  faktor penyebab kecelakaan saat mudik Lebaran yakni manusia, kendaraan, dan lingkungan. Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto Pemudik motor melintas di jalan Pamanukan, Jawa Barat. Pengendara roda dua wajib memahami faktor penyebab kecelakaan saat mudik Lebaran yakni manusia, kendaraan, dan lingkungan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengendara roda dua wajib memahami  faktor penyebab kecelakaan saat mudik Lebaran. Guru Besar Bidang Transportasi Universitas Indonesia (UI) Prof Dr Sutanto Soehodho mengatakan 3 faktor penyebab tersebut yakni manusia (pengendara), kendaraan, dan lingkungan.

Dia menyebut, mereka yang sakit atau kurang fit saat berkendara memiliki risiko kecelakaan lebih tinggi. Fatigue atau kelelahan adalah faktor utama seseorang mengalami kecelakaan. Kelelahan ini dapat muncul karena waktu berkendara yang terlalu lama tanpa istirahat, bisa disebabkan oleh jarak yang jauh atau kondisi macet.

Baca Juga

Banyak masyarakat yang memilih sepeda motor untuk mudik karena kendaraan ini bersifat fleksibel, door to door, dan hemat. Dikatakannya pengendara sepeda motor merasa lebih bebas untuk menentukan jadwal mudik tanpa perlu bergantung pada ketersediaan armada transportasi publik. Sepeda motor bersifat door to door karena pemudik dapat memanfaatkannya untuk kepentingan lain, misalnya berkunjung ke sanak saudara atau berlibur ke tempat wisata.

Selain itu, kendaraan ini juga lebih hemat biaya. Meski demikian, Prof Sutanto menilai adanya risiko yang tinggi bagi pemudik dengan sepeda motor jika melakukan perjalanan jarak jauh.

“Perjalanan mudik kadang-kadang satu motor memuat suami-istri dan anaknya, ditambah dengan beban muatan barang yang dibawa. Ini tentu sangat berbahaya. Apalagi, badan motor tidak bisa melindungi penggunanya, justru badan kita yang melindungi motor, sehingga jika terjatuh, pengendara berisiko terluka parah,” ujarnya, baru-baru ini.

Menurut dia, jika seseorang menempuh jarak yang tidak terlalu jauh, tetapi kondisi lalu lintas macet, sehingga menghabiskan waktu lama, itu dapat menimbulkan kelelahan, baik secara fisik maupun emosional. Hal ini dapat memengaruhi kebiasaan dan kemampuan motorik seseorang saat berkendara.

Faktor kendaraan juga menjadi penyebab terjadinya kecelakaan. Rem yang aus, ban yang botak, sistem penerangan yang tidak berfungsi atau masalah lainnya dapat menyebabkan terjadinya hilang kendali saat mengemudi. Selain itu, masalah lingkungan juga menjadi faktor penyebab kecelakaan.

Masalah lingkungan ini tidak hanya meliputi kondisi alam dan cuaca, tetapi juga infrastruktur jalan. Kondisi jalan yang tidak rata, berlubang atau licin, serta penerangan jalan yang tidak memadai dapat menyebabkan kecelakaan bagi pengendara motor.

Prof Sutanto menyarankan kepada para pengendara motor untuk menghindari rute yang tidak dikenali. Selain kondisi alamnya yang tidak familiar, keamanan dan keselamatan pengendara juga berisiko, misalnya daerah yang dilewati ternyata memiliki tingkat kriminalitas yang tinggi.

"Mereka sebaiknya mencari informasi seputar rute, cuaca, titik rawan kecelakaan (black spot), fasilitas kesehatan, rest area, dan informasi penting lainnya sebelum melakukan perjalanan," kata dia.

Pengendara motor juga diimbau untuk menghindari jalur yang dipenuhi kendaraan logistik dan komersil seperti truk karena saat momen Lebaran, permintaan logistik juga tinggi. Mereka yang melakukan perjalanan dengan jarak lebih dari 50–60 km sebaiknya tidak membawa penumpang tambahan, karena faktor fatigue akan sangat luar biasa. Upayakan pengendara untuk beristirahat secara berkala.

Prof Sutanto mengimbau pemudik agar memilih moda transportasi yang tepat. Dalam sistem transportasi, kondisi yang mestinya standar adalah pilihan kendaraan berdasarkan jarak. Jika menempuh jarak jauh, sebaiknya pengendara melakukan perjalanan dengan kendaraan yang aman.

"Apalagi, jika pemudik lebih dari satu orang, alangkah baiknya mereka menggunakan kendaraan umum dan mengirimkan sepeda motornya melalui jasa pengiriman, misalnya melalui kereta api atau kapal laut, sehingga pemudik selamat sampai tujuan,” kata Prof Sutanto.

Terpopuler