Pelindo Proyeksikan Jumlah Pemudik Capai 2 Juta Orang

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ahmad Fikri Noor

Rabu 03 Apr 2024 16:25 WIB

Sejumlah pemudik dari Kepulauan Riau berjalan setibanya di Pelabuhan Pelindo Dumai, Riau, Selasa (26/3/2024). Foto: ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid Sejumlah pemudik dari Kepulauan Riau berjalan setibanya di Pelabuhan Pelindo Dumai, Riau, Selasa (26/3/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memastikan kesiapannya untuk menghadapi angkutan mudik Lebaran Idul Fitri 2024. Pelindo memproyeksikan jumlah pemudik yang akan dilayani di sejumlah terminal penumpang akan hampir mendekati kondisi sebelum pandemi Covid-19. 

“Perkiraan jumlah pemudik tahun ini mencapai dua juta orang sehingga sangat penting bagi Pelindo untuk meningkatkan koordinasi dengan seluruh stakeholder pelabuhan dalam pelayanan angkutan laut Lebaran di seluruh terminal penumpang milik Pelindo," kata Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo Ardhy Wahyu Basuki, Selasa (2/4/2024). 

Baca Juga

Dia memastikan, Pelindo juga menyiagakan Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2024/1445 Hijriah di berbagai terminal penumpang yang dioperasikan Pelindo. Posko dibangun dengan melibatkan sejumlah stakeholder instansi kepelabuhanan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan pemudik.

Hingga H-9 Lebaran 2024 atau 1 April 2024, Ardhy menuturkan, Pelindo mencatat jumlah penumpang yang menggunakan layanan terminal penumpanh sebanyak 348.837 orang. “Jumlah ini meningkat 4,25 persen dibanding 2023 dan untuk arus kendaraan, tercatat sebanyak 33.832 unit kendaraan atau meningkat 25,54 persen dibandingkan 2023,” jelas Ardhy. 

Ardhy menjelaskan terminal penumpang dengan jumlah penumpang terbanyak tercatat di wilayah Tanjung Perak sebanyak 43.644 orang dan diikuti wilayah Tanjung Pinang sebanyak 39.969 orang. Lalu juga Tanjung Balai Karimun sebanyak 26.988 orang, Ambon sebanyak 19.451 orang, Makassar sebanyak 13.515 orang, dan Tanjung Priok 12.615 orang.

Sementara untuk arus kendaraan, Terminal Tanjung Perak hingga saat ini menjadi yang tersibuk dengan arus 8.550 unit kendaraan. Lalu juga di Lembar dengan jumlah 5.577 unit kendaraan, Makassar dengan 4.999 unit kendaraan, Balikpapan 1.387 unit kendaraan, dan Gunung Sitoli dengan jumlah 1.031 unit kendaraan.

Ardhy menyatakan Posko Terpadu merupakan bentuk komitmen manajemen untuk memberikan pelayanan yang terbaik demi kelancaran, keselamatan, dan keamanan kepada pemudik jelang puncak arus mudik Lebaran 2024. Posko tersebut berfungsi untuk memantau dan mengawasi aktivitas pelabuhan untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran. 

Dia memastikan posko terpadu siap menangani situasi darurat dejak 26 Maret 2024 hingga 26 April 2024. “Melalui Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2024 ini, diharapkan dapat memudahkan koordinasi dengan sejumlah stakeholder dan bermanfaat bagi pemudik jika membutuhkan bantuan,” jelas Ardhy. 

Terpopuler