Kulon Progo Bentuk Tim Surveilans Antisipasi Penyakit Menular Selama Libur Lebaran

Red: Nora Azizah

Selasa 02 Apr 2024 20:28 WIB

Wisatawan bermain menjauh dari ombak saat gelombang tinggi di Pantai Glagah, Kulonprogo, Yogyakarta. Foto: Republika/Wihdan Hidayat Wisatawan bermain menjauh dari ombak saat gelombang tinggi di Pantai Glagah, Kulonprogo, Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, KULON PROGO -- Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta membentuk tim surveilans untuk mengantisipasi penyebaran penyakit menular pada libur Lebaran 2024. Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo Sri Budi Utami di Kulon Progo, Selasa (2/4/2024), mengatakan tim surveilans untuk mengantisipasi penyakit menular, mulai dari batuk dan pilek, diare, DBD dan malaria.

"Tim surveilans ada di seluruh kapanewon atau kecamatan di Kulon Progo," kata Sri Budi.

Baca Juga

Ia mengatakan penyakit yang tidak boleh disepelekan adalah DBD. Kasus DBD di Kulon Progo naik signifikan sejak Januari sampai akhir Maret 2024. Menurut dia, kenaikan kasus DBD tidak hanya di Kulon Progo tetapi seluruh pulau Jawa yang siklus lima tahunan.

Di Kulon Progo kasus DBD berada di sepanjang jalur lintas selatan, dari Temon, Wates, Panjatan, Galur dan Lendah. Kasus DBD banyak ditemukan di wilayah itu, meski ada beberapa wilayah lain ada kasus DBD, tapi kasusnya tidak sebanyak kecamatan di atas.

"Kami mengimbau masyarakat melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk dan selalu menjaga kebersihan lingkungan," katanya.

Ia mengatakan Dinkes Kulon Progo juga mengintensifkan sosialisasi kewaspadaan DBD.

"Kami juga menggerakkan gerakan satu rumah satu jumantik tidak hanya pada rumah tangga tetapi juga menyasar tempat-tempat umum, perkantoran, tempat ibadah dan sekolah/universitas," katanya.

Selain itu, lanjut Sri Budi, Dinkes juga melaksanakan penyelidikan epidemiologi (PE) dalam waktu 1x24 jam apabila ditemukan kasus. Monitor dan mengkaji perkembangan kasus secara intensif, melaksanakan koordinasi lintas sektor terkait, pengasapan pada wilayah-wilayah yang sudah ditentukan.

"Kami juga melakukan penanganan penderita DBD, baik yang dirawat di RS maupun di rumah," katanya.

Kemudian, lanjut Sri Budi, Dinkes juga mewaspadai kasus malaria. Kasus malaria mayoritas ada di Kawasan Bukit Menoreh. Yang diwaspadai pemudik dari Papua dan Sulawesi.

"Kami sudah meminta tim surveilans yang menemukan pemudik dari daerah pandemi malaria untuk melakukan antisipasi sesuai dengan prosedur," katanya.

Terpopuler