Hindari Macet, Menhub Imbau Mudik Lebih Awal

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ahmad Fikri Noor

Selasa 02 Apr 2024 13:02 WIB

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri). Foto: Dok Republika Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kembali mengimbau masyarakat yang akan mudik Lebaran 2024 ini agar berangkat lebih awal di antara H-10 hingga H-5 Lebaran. Hal ini untuk menghindari kemacetan yang diprediksi terjadi pada H-4 hingga H-2 Lebaran.

"Bapak Presiden (Joko Widodo) menganjurkan kita mudik lebih awal, hari ini adalah H-10. H-10 sampai H-5 itu relatif masih banyak tiket dan juga kesempatan. Karena anak-anak sudah libur, kita mengimbau semua pihak untuk menyampaikan pada masyarakat, supaya tekanan mudik pada H-4 dan H-3 itu bisa dikurangi," ujar Budi Karya saat Rapat Kerja Persiapan Mudik 2024 dengan Komisi V DPR RI, Selasa (2/4/2024).

Baca Juga

Budi mengatakan, pada mudik lebaran 2024 ini diperkirakan sebanyak 193,6 juta orang melakukan pergerakan orang dengan 52 persen adalah mudik. Dengan preferensi kendaraan yang digunakan saat mudik yakni kereta api, bus, mobil pribadi hingga motor yang masih cukup banyak.

Budi Karya mengimbau agar pemudik menggunakan transportasi umum dan juga memanfaatkan program mudik gratis yang disediakan berbagai institusi. Mulai dari mudik gratis dari Kementerian Perhubungan menggunakan bus, kapal laut, dan kereta api.

"Mudik gratis ini bukan saja domain atau dilakukan oleh Kementerian Perhubungan tetapi juga dilakukan BUMN, kepolisian, kementerian- kementerian dan Pemda. Ini jumlahnya relatif banyak walaupun tidak bisa mencakup semuanya. Masih ada ruang untuk memberikan kesempatan pada masyarakat untuk mudik gratis tersebut," ujarnya.

Selain itu, untuk mendukung kelancaran mudik, Kemhub juga membuat posko sejak 3 April hingga 18 April 2024. Tak hanya itu, Budi Karya memastikan telah dilakukan ramp check bagi kendaraan yang digunakan untuk melakukan mudik.

"Ramp check kita lakukan di laut, udara, kereta api, di bus dan secara khusus kita minta kepada teman-teman di daerah-daerah, melalui Kapolres untuk melakukan law enforcement ke bus-bus atau bus wisata yang kebanyakan adalah bus tidak fit," katanya.

Terpopuler