Jelang Hari Raya Idul Fitri 2024, Polisi Waspadai Ancaman Teror Bom

Rep: Ali Mansur/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Senin 01 Apr 2024 20:53 WIB

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaksanakan rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral kesiapan Operasi Ketupat Tahun 2024. Kegiatan ini untuk memastikan pelaksanaan arus mudik dan balik berjalan aman dan lancar. Foto: dok Polri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaksanakan rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral kesiapan Operasi Ketupat Tahun 2024. Kegiatan ini untuk memastikan pelaksanaan arus mudik dan balik berjalan aman dan lancar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polda Metro Jaya telah menyiapkan antisipasi berbagai macam gangguan menjelang hari raya Idul Fitri 2024. Di antaranya, berbagai ancaman tindak kriminal diantisipasi jajaran kepolisian, mulai dari perampokan hingga potensi teror bom. Apalagi pada saat libur lebaran, banyak masyarakat DKI Jakarta yang melakukan mudik ke kampung halaman. 

“Sedikit saya singgung, bagaimana kita memberikan pelayanan kepada masyarakat tentang kesiapan. (Termasuk mengantisipasi) teror bom atau sabotase serta bencana alam," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto kepada awak media, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (1/4/2024).

Selain itu Polda Metro Jaya juga akan melakukan pengawasan terhadap rumah masyarakat yang kosong ditinggal mudik penghuninya ke kampung halaman. Serta melakukan antisipasi kemungkinan kejahatan jalanan seperti copet dan jambret. Termasuk juga memastikan masyarakat yang berangkat mudik atau berlibur dapat pergi dan pulang dengan aman serta nyaman. 

“Petugas akan menjaga sejumlah titik-titik krusial untuk mengantisipasi kemacetan dan kerumunan di bandara, pelabuhan, stasiun, maupun terminal,” ungkap Karyoto.

Lebih lanjut, Karyoto mengatakan, Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 4.105 personel gabungan Polri, TNI, dan unsur Pemda pada pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2024. Rencananya operasi tahunan tersebut digelar selama 10 hari sejak tanggal 6 sampai dengan tanggal 16 April 2024 mendatang. Operasi Operasi Ketupat Jaya 2024 digelar dalam rangka mengamankan Kamtibmas selama bulan  Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 1445 Hijriah.

"Personel gabungan itu terdiri atas 3.514 personel Polri, 100 personel TNI, dan 491 personel dari unsur Pemda," terang Karyoto.

Menurut Karyoto, kegiatan rapat lintas sektoral bertujuan untuk menyamakan persepsi dan tujuan, baik secara taktis maupun teknis dalam penyelenggaraan Operasi Ketupat Jaya 2024. Dia berharap dengan adanya Operasi Ketupat Jaya 2024 masyarakat dapat terayomi dan terlayani dengan baik terutama. Khususnya bagi masyatakat yang akan melakukan perjalanan mudik ke kampung. 

Dalam kesempatan itu, Karyoto menyebut sejumlah potensi gangguan keamanan atau ketertiban yang perlu menjadi perhatian dalam Operasi Ketupat Jaya 2024 tersebut. Seperti kelancaran lalu lintas arus mudik maupun arus balik yang berkaitan juga dengan keselamatan pengguna. Lalu operasi antisipasi kerawanan di bandara, terminal, pelabuhan, stasiun, dan tentunya juga rumah-rumah kosong yang ditinggalkan masyarakat yang melakukan mudik, pusat-pusat perbelanjaan dan perbankan. 

“Antisipasi juga kejahatan konvensional seperti pencurian dengan pemberatan (curat) pada malam hari, pencurian rumah kosong, copet, jambret, dan kejahatan jalanan lainnya," kata Karyoto.

Terpopuler