Nabi Muhammad Jauh Lebih Giat Beribadah di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ani Nursalikah

Senin 01 Apr 2024 16:54 WIB

Ratusan peserta itikaf mendirikan tenda untuk mengikuti itikaf 10 Malam Terakhir Ramadhan 1445 H di Masjid Raya Habiburrahman PTDI, Kota Bandung, Jawa Barat, Ahad (31/3/2024). Dalam kegiatan untuk meraih keutamaan malam lailatul qadar ini, peserta melaksanakan berbagai kegiatan ibadah khususnya membaca Alquran. Acara berlangsung dari 31 Maret hingga 9 April 2024. Foto: Edi Yusuf/Republika Ratusan peserta itikaf mendirikan tenda untuk mengikuti itikaf 10 Malam Terakhir Ramadhan 1445 H di Masjid Raya Habiburrahman PTDI, Kota Bandung, Jawa Barat, Ahad (31/3/2024). Dalam kegiatan untuk meraih keutamaan malam lailatul qadar ini, peserta melaksanakan berbagai kegiatan ibadah khususnya membaca Alquran. Acara berlangsung dari 31 Maret hingga 9 April 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak hadits yang menjelaskan keutamaan 10 hari terakhir Ramadhan. Sunnah Nabi Muhammad SAW pada 10 hari terakhir Ramadhan, sebagaimana yang dicontohkan beliau SAW, adalah memperbanyak amal ibadah.

Nabi SAW juga mendorong umatnya untuk lebih giat dalam ibadah pada waktu-waktu yang diberkahi tersebut. Berikut hadits yang menjelaskan hal tersebut:

Baca Juga

عن عائشة رضي الله عنها قالت: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يَجْتَهِدُ في رمضان ما لا يَجْتَهِدُ في غيره، وفي العَشْرِ الأوَاخِرِ منه ما لا يَجْتَهِدُ في غيره.

Diriwayatkan dari Aisyah RA, dia berkata, "Rasulullah SAW sangat giat beribadah di bulan Ramadhan melebihi bulan-bulan lainnya. Dan di 10 hari terakhir Ramadhan, beliau beribadah dengan lebih giat lagi dibandingkan hari-hari lainnya di bulan Ramadhan." (HR. Muslim)

Dalam hadits ini, Aisyah radhiyallahu 'anha menggambarkan bagaimana ibadah Rasulullah SAW di bulan Ramadhan. Beliau bersungguh-sungguh dalam ibadah di bulan Ramadhan lebih dari bulan-bulan lainnya karena Ramadhan adalah bulan suci yang penuh keberkahan.

Namun, ketika memasuki 10 hari terakhir Ramadhan, beliau beribadah lebih giat dari masa-masa awal bulan Ramadhan. Ini karena di dalam 10 hari terakhir terdapat malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan. Juga karena ini adalah akhir dari bulan yang diberkahi sehingga beliau mengakhirkannya dengan amal-amal shaleh.

Adapun faedah dari hadits tersebut, pertama, mendorong masyarakat untuk memperbanyak amal shaleh dan ketaatan selama bulan Ramadhan pada umumnya dan sepuluh hari terakhir pada khususnya.

Kedua, menghidupkan sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan dengan ibadah dan doa agar tercantol atau bertepatan dengan malam Lailatul Qadr. Faedah ketiga dari hadits ini menunjukkan seorang Muslim sepatutnya memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin yaitu mengisinya dengan ketakwaan kepada Allah SWT.

Keempat, bulan Ramadhan lebih utama dari bulan-bulan lainnya, dan sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan lebih utama dari bulan-bulan lainnya. Kelima, Nabi Muhammad SAW meningkatkan atau memperbanyak amal shaleh pada musim-musim kebaikan, dalam hal ini ialah 10 hari terakhir Ramadhan.

Sumber: Hadeeth

Terpopuler