Perhutani Gencarkan Bazar Sembako Murah Selama Ramadhan

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Ani Nursalikah

Ahad 31 Mar 2024 10:18 WIB

Ilustrasi. Foto: Edi Yusuf/Republika Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perum Perhutani berkomitmen membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan pada masyarakat ekonomi rentan. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Perhutani Dewi Fitrianingrum mengatakan, hal ini ditunjukkan Perhutani melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) dengan menggelar bazar sembako murah dalam program Semarak Ramadan Berkah 2024.

"Acara ini digelar secara serentak di lima lokasi wilayah kerja Perhutani dengan total 6 ribu paket sembako murah," ujar Dewi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Ahad (31/3/2024).

Baca Juga

Dewi mencontohkan bazar sembako murah di Lapangan Alun-Alun Purabaya, Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang menyediakan 1.000 paket sembako dengan harga yang terjangkau. Selain program pasar murah dan bazar UMKM ini, Perhutani juga memberikan bantuan sembako kepada pondok pesantren dan para penyadap getah pinus dengan jumlah 84.758 paket yang tersebar di wilayah Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Paket sembako murah yang dijual dalam Safari Ramadhan 2024 tersebut berisikan lima kg beras, satu liter minyak, dan satu kg gula yang dijual dengan harga Rp 70 ribu per paket," ucap Dewi.

Dalam acara ini, Perhutani juga berkolaborasi dengan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) untuk penyediaan sembako. Dewi menyampaikan Semarak Ramadan Berkah 2024 di Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Blora, Kabupaten Trenggalek dan Kota Madiun merupakan wujud sinergi antarBUMN dan pemerintah daerah.

Salah satu pengunjung bazar, Rahmat, mengucapkan terima kasih kepada Perhutani atas terselenggaranya acara ini. Menurut Rahmat, manfaat dari Pasar Murah ini dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Terima kasih atas kontribusinya Perhutani kepada masyarakat, dengan adanya pasar murah ini. Ya kita bersyukur bisa membeli beras, minyak dan gula dengan harga yang lebih murah, sekarang ini harga (bahan pokok) sedang naik," kata Rahmat.

Terpopuler