Deretan Masjid Karya BUMN Waskita untuk Shalat Tarawih

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Lida Puspaningtyas

Senin 11 Mar 2024 19:15 WIB

Masjid Baiturrahman, Banda Aceh Foto: Republika/Abdul Gadir Masjid Baiturrahman, Banda Aceh

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT  Waskita Karya (Persero) Tbk telah membangun dan merenovasi sejumlah masjid di Indonesia. Masjid-masjid tersebut memiliki berbagai fasilitas sebagai penunjang ibadah yang aman serta nyaman bagi umat musim di Indonesia.

"Masjid di Indonesia yang telah Waskita bangun dan direnovasi yaitu, Masjid Baiturrahman  Aceh, Masjid Istiqlal Jakarta, Masjid Baiturrahman Semarang dan Masjid Sheikh Zayed Solo," ujar SVP Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (11/3/2024).

Baca Juga

Ermy menyampaikan Waskita juga melihat sejarah atau latar belakang berdirinya masjid-masjid yang ingin dibangun dan direnovasi guna menyelaraskan bangunan tanpa harus mengubah bentuk yang signifikan. Dengan begitu, nilai sejarah masih terlihat pada bangunan Masjid itu sendiri.

"Beberapa sejarah berdirinya Masjid seperti Masjid Baiturrahman Aceh yang ternyata menjadi salah satu Masjid yang sangat tua berdiri sejak tahun 1612, lalu juga Masjid Istiqlal Jakarta yang dibangun pada 1961 dan waktu pembangunannya baru selesai 17 tahun kemudian," ucap Ermy.

Selain itu, Masjid Baiturrahman Semarang yang awal mula namanya adalah Masjid Candi Semarang didirikan pada 1955

dan Masjid Sheikh Zayed Solo yang merupakan bentuk hibah dari Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) kepada Indonesia. Ermy menyampaikan proses pembangunan masjid-masjid yang dibangun Waskita diselesaikan dengan tepat waktu bahkan ada beberapa yang lebih cepat pembangunannya. Selain itu, ditambah dengan inovasi green building serta beberapa fasilitas dengan teknologi modern.

Ermy mencontohkan Masjid Baiturrahman Aceh baru direnovasi sejak 2015 setelah terdampak bencana tsunami pada 2004. Masjid ini dikembangkan menyerupai Masjid Nabawi di Madinah Arab Saudi dengan dipasangnya 12 payung raksasa serta pohon kurma di sekitar halaman masjid.

"Dengan  perluasan halaman dan pemasangan payung elektrik, masjid mampu menambah daya tampung yang semula 9.000 jamaah menjadi 24.405 jamaah. Sampai saat ini Masjid ini menjadi salah satu destinasi wisata religi dan budaya di Aceh," ucap Ermy.

Sementara itu untuk Masjid Istiqlal Jakarta, Waskita merenovasi Masjid Istiqlal sejak 2019 dan rampung pada Januari 2021. Dalam pembangunannya, Waskita memanfaatkan halaman masjid yang sangat luas dengan memperindah dan menata landscape-nya. Saat ini ruang landscape yang direnovasi dimanfaatkan untuk pusat perbelanjaan dan makanan yang dibina dari UMKM. Salah satu aspek yang diperbarui yaitu tata pencahayaannya dilengkapi teknologi kekinian sebagai inovasi Green Building.

"Selain pencahayaan di dalam masjid, pencahayaan di bagian luar masjid pun turut dibenahi. Salah satunya dengan menyinari kubah Masjid Istiqlal sehingga saat malam hari terlihat bersinar," sambung Ermy.

Selanjutnya di Jawa Tengah Waskita merenovasi Masjid Baiturrahman yang lokasinya berada di Alun-alun Kota Semarang. Ermy mengatakan Waskita hanya membutuhkkan waktu 11 bulan proses pembangunan sejak akhir Agustus 2021 sampai awal Agustus 2022. Masjid Baiturrahman merupakan ikon Jawa Tengah, khususnya bagi masyarakat Semarang.

"Masjid ini merupakan kebanggaan masyarakat Semarang sebagai pusat ibadah umat dan pusat edukasi seni budaya serta pendidikan yang ditetapkan sebagai

Kawasan Cagar Budaya," ucap dia.

Ermy menyebut renovasi dikerjakan menggunakan sistem Building

Automation System dengan mengintegrasikan sistem tata udara, special lighting, dan control equipment MEP. Serta mengusung konsep smart building yang menjadi salah satu masterpiece Kota Semarang.

"Terakhir, masjid yang dibangun Waskita yaitu Masjid Sheikh Zayed Solo. Masjid ini dibangun dalam waktu 17 bulan mulai Mei 2021 hingga diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Oktober 2022," ujar Ermy.

Ermy menyampaikan fasilitas pada Masjid Sheikh Zayed Solo yaitu Masjid yang dibangun menyerupai miniatur masjid Sheikh Zayed Abu Dhabi UEA ini memiliki dua lantai dan mampu menampung 4.000 jemaah. Pada bangunan intinya dan keseluruhan masjid ini bisa menampung 10 ribu jemaah.

Selain mendatangkan material dari luar negeri, adapula ciri khas Kota Solo dalam Masjid ini menggunakan ukiran-ukiran batik kawung khas solo pada karpet yang berada di dalam masjid.

"Keempat masjid yang dibangun oleh Waskita menjadi ikon bagi kota tersebut sekaligus simbol keberadaan umat Islam," sambung Ermy.

Selain sebagai tempat ibadah, Ermy berharap masjid-masjid tersebut juga dapat mempererat silaturahmi serta memakmurkan masyarakat dengan adanya UMKM makanan dan juga souvenir. Hal ini menjadi daya tarik untuk para pengunjung

wisatawan atau jamaah.

"Perseroan berharap masyarakat dapat memanfaatkan keempat mesjid yang dibangun dan direnovasi oleh Waskita untuk melakukan ibadah di bulan suci Ramadhan dengan aman serta nyaman," kata Ermy.

Terpopuler