Kunjungan Wisatawan ke Pantai Sukabumi Membeludak, Polisi Rekayasa Arus Lalin

Red: Ani Nursalikah

Senin 24 Apr 2023 15:28 WIB

Ilustrasi. Ribuan wisatawan masih memadati obyek wisata pantai di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Foto: dok. Balawista Sukabumi Ilustrasi. Ribuan wisatawan masih memadati obyek wisata pantai di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Kunjungan wisatawan ke objek wisata pantai selatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat membeludak pada hari kedua libur Idul Fitri 1444 Hijriyah, Senin (24/4/2023).

Polres Sukabumi melakukan rekayasa arus lalu lintas untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan. Dari pantauan di lokasi, kedatangan wisatawan ke objek wisata pantai ini terjadi sejak Senin pagi.

Baca Juga

Mobil dan sepeda motor yang digunakan wisatawan terlihat mengantre di pintu-pintu masuk menuju objek wisata pantai selatan. Antrean kendaraan terlihat di ruas jalan simpang tiga Bagbagan dan Simpang Tiga Gunung Butak, Kecamatan Palabuhanratu arus lalu lintas tersendat.

Bahkan antrean kendaraan wisatawan hingga objek wisata Pantai Karanghawu, Kecamatan Cisolok. "Untuk antisipasi kemacetan panjang, kami melakukan rekayasa arus lalu lintas sehingga kendaraan wisatawan yang hendak masuk dan keluar objek wisata pantai tidak saling berpapasan," kata Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede, Senin.

Menurut Maruly, kemungkinan kedatangan wisatawan ke destinasi wisata andalan Kabupaten Sukabumi akan terus terjadi hingga sore. Maka dari itu, ratusan personel gabungan disiagakan di lokasi untuk mengatur arus lalu lintas dan mengurai kepadatan kendaraan.

Selain itu, personel yang diterjunkan pun diminta memantau kondisi wisatawan antisipasi ada yang kelelahan maupun ada kendaraan yang mogok sehingga bisa menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Untuk kendaraan yang datang dari arah Cibadak atau dari arah Kota Sukabumi menuju ke Palabuhanratu, polisi mengarahkan melalui jalur Warungkiara supaya tidak ada pertemuan dua arah.

Kemudian, untuk kendaraan wisatawan yang akan kembali atau balik diarahkan melalui Jalur Alternatif Cikidang, namun khusus untuk kendaraan kecil. Sementara, kendaraan besar apalagi bermuatan berat yang hendak keluar dari objek wisata tetap diarahkan melewati jalur Warungkiara karena tidak memungkinkan melalui Jalur Alternatif Cikidang karena kondisi jalan yang banyak tikungan tajam, tanjakan, dan turunan curam.

Selanjutnya, di sepanjang jalur mulai dari simpang tiga Gunungbutak sampai ke arah Karanghawu hingga Cibangban, Kecamatan Cisolok tetap diberlakukan dua arah terkecuali kendaraan yang keluar harus melalui jalur Gunungbutak. Ia berharap dengan diberlakukan rekayasa arus lalu lintas ini tidak terjadi lagi penumpukan kendaraan yang bisa menyebabkan kemacetan panjang.

Kendaraan wisatawan yang masuk didominasi sepeda motor dan juga banyak mobil pribadi. Jika dilihat dari plat nomor polisi kendaraan, wisatawan yang datang ke objek wisata pantai selatan ini berasal dari wilayah Jabodetabek, Bandung, Cianjur, Kota Sukabumi dan beberapa daerah terdekat lainnya.

Salah seorang wisatawan asal Kota Sukabumi yang datang ke objek wisata pantai selatan Kabupaten Sukabumi tepatnya di Pantai Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Beni Anggara mengatakan ia berangkat dengan menggunakan sepeda motor dari Kota Sukabumi sekitar pukul 08.00 WIB dan baru sampai di Palabuhanratu sekitar pukul 12.00 WIB.

Biasanya waktu tempuh dari Kota Sukabumi ke Palabuhanratu dengan menggunakan sepeda motor paling lama dua jam. Kepadatan kendaraan sudah terjadi sejak dari Kota Sukabumi arah Palabuhanratu.

Bahkan di beberapa titik seperti di simpang tiga Cikembang, Kecamatan Cikembar arus lalu lintas tersendat. "Selain berwisata, saya datang ke Palabuhanratu untuk menjemput anak yang sudah lebih dahulu sampai," katanya.

Dihubungi secara terpisah, Ketua Forum Koordinasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi Okih Fajri mengimbau seluruh wisatawan agar tidak berenang di laut karena kondisinya sedang pasang. Diharapkan wisatawan dapat mematuhi aturan dan menaati imbauan dari petugas keamanan pantai. 

Imbauan ini mengantisipasi terjadinya kembali kecelakaan laut yang hingga kini sudah ada 17 wisatawan tenggelam dengan perincian 12 korban selamat, dua korban masih dalam pencarian, dan tiga korban ditemukan meninggal dunia.