Sabtu 22 Apr 2023 07:46 WIB

Tips Mudik dan Arus Balik yang Aman

Pemudik perlu memperhatikan kondisi fisik diri dan kendaraan.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Friska Yolandha
Foto udara kendaraan melintas di jalan Tol Cikampek Utama saat penerapan satu arah, Karawang, Jawa Barat, Kamis (20/4/2023). Korlantas Polri memperpanjang rekayasa lalu lintas satu arah dari KM 70 Gerbang Tol CIkampek Utama sampai dengan Gerbang Tol Kalikangkung KM 414 hingga Kamis (20/4) pukul 24.00 WIB untuk mengurai kepadatan lalu lintas saat arus mudik lebaran.
Foto: ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah
Foto udara kendaraan melintas di jalan Tol Cikampek Utama saat penerapan satu arah, Karawang, Jawa Barat, Kamis (20/4/2023). Korlantas Polri memperpanjang rekayasa lalu lintas satu arah dari KM 70 Gerbang Tol CIkampek Utama sampai dengan Gerbang Tol Kalikangkung KM 414 hingga Kamis (20/4) pukul 24.00 WIB untuk mengurai kepadatan lalu lintas saat arus mudik lebaran.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Mudik atau arus balik semacam tradisi yang acap dilakukan masyarakat Indonesia dalam merayakan hari besar. Hal ini tidak terkecuali untuk merayakan Hari Idul Fitri 2023.

Menanggapi hal itu, Dosen Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Alvian Iqbal Hanif Nasrullah memberikan tips aman mudik. Hal ini terutama terkait keamanan dan kenyamanan dalam berkendara untuk jarak panjang.

Baca Juga

Sebelum memulai perjalanan, pemudik benar-benar harus melakukan persiapan yang matang dan menyeluruh. Ini mencakup dua aspek penting yakni persiapan fisik dari segi manusia atau pengemudi dan juga persiapan fisik kendaraan yang akan dipakai.

Kondisi fisik pengemudi dan fisik mobil beserta komponen-komponen di dalamnya itu saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan. "Percuma kalau performa mobilnya baik, tetapi kondisi pengemudi kurang  fit untuk berkendara. Begitu pula sebaliknya,” katanya dalam pesan resmi yang diterima Republika. 

Alvian menjelaskan, terdapat beberapa komponen mobil yang harus diperiksa sebelum melakukan perjalanan jarak jauh. Pertama adalah kondisi ban yang harus dipastikan masih dalam kondisi prima dan tidak selip.

Selain itu, tekanan udaranya juga harus ideal. Hal ini biasanya berada di kisaran 30-40 psi untuk ban mobil.

Aspek teknis lain yang perlu diperhatikan adalah komponen mesin, seperti sistem pendinginan, sistem perolian, dan bagian bagian silinder blok mobil. Menurutnya, jarak tempuh yang panjang seringkali menyebabkan mesin kepanasan atau overheat. Oleh karena itu, radiator dan cooling fan juga perlu diperiksa dan dipastikan ulang kondisinya.

Langkah untuk merawat kondisi mesin mobil adalah dengan rutin ganti oli mesin dan servis keseluruhan di bengkel. "Karena mesin yang ada begitu kompleks, maka service rutin mutlak dilakukan. Tidak hanya sebelum mudik atau perjalanan jauh saja,” kata Alvian.

Tips lainnya yakni menyesuaikan beban yang diangkut dengan kapasitas maksimum kendaraan tersebut. Dalam istilah kendaraan, dikenal yang namanya over dimension and overloads atau biasa disebut ODOL. Jika beban yang dibawa oleh mobil melebihi kapasitas maksimum, maka akan sangat beresiko menyebabkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Terakhir, Alvian yang memiliki konsentrasi keilmuan dalam uji layak tabrak kendaraan menjelaskan, banyak sekali kasus kecelakaan yang terjadi karena oleh aspek teknis kendaraan. Oleh karena itu, perlu diperhatikan performa dari kendaraan yang dimiliki.

Masyarakat harus mengenali kendaraan yang akan digunakan untuk mudik atau melakukan perjalanan di momen lebaran nanti. Hal ini penting karena setiap kendaraan memiliki spesifikasinya masing-masing. Kemudian juga harus memastikan semuanya siap dan dalam keadaan baik agar perjalanan senantiasa aman.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement