Potensi Masjid Bisa Dimaksimalkan untuk Kesejahteraan Umat

Red: Muhammad Hafil

 Rabu 19 Apr 2023 06:35 WIB

Deputi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Marullah Matali saat menghadiri Pekan Ramadhan Yayasan Al Mukarromah di Masjid Al Mukarromah, Koja, Jakarta Utara, Selasa (18/4/2023).    Foto: Dok Republika Deputi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Marullah Matali saat menghadiri Pekan Ramadhan Yayasan Al Mukarromah di Masjid Al Mukarromah, Koja, Jakarta Utara, Selasa (18/4/2023). ...

Masjid tidak hanya hanya sebagai sentra keagamaan.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Deputi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Marullah Matali mengatakan potensi masjid harus dimaksimalkan untuk kesejahteraan umat.

Masjid tidak hanya hanya sebagai sentra keagamaan, tapi juga sentra setra kegiatan yang bisa meningkatkan perekonomian pecinta masjid.

Baca Juga

"Saya berharap Masjid tidak hanya sebagai sentra kegiatan keagamaan tok, tetapi mesjid menjadi sentra kegiatan kegiatan lain," ujarnya dalam acara santunan anak yatim dan penutupan Pekan Ramadhan Yayasan Al Mukarromah di Masjid Al Mukarromah, Koja, Jakarta Utara, Selasa (18/4/2023).   

Marullah menyakini janji-janji yang Allah SWT sampaikan  bahwa apabila diniatkan segala sesuatunya untuk keagungan Allah SWT, maka kerahiman Allah akan kembali dengan memberikan banyak hal.

Karena itu, jika menumbuhkan sesuatu sentral tetentu dan di tempat tertentu, akan sangat hebat sekali bila memulai dengan membangun tempat peribadatan, seperti masjid.

"Seperti keberadaan masjid Al Mukarromah, yang sangat berpean bagi masyarakat setempat,  mudah mudahan kita bisa memakmurkan masjid," ujarnya.

Ketua Yayasan Masjid Mukarromah, Ramdansyah senada dengan pernyataan Deputi Gubernur. Masjid perlu didorong tidak semata-mata hanya sentra ibadah, tetapi pemberdayaan ekonomi umat.

"Sayangnya potensi Masjid sebagai tempat pemberdayaan ekonomi umat belum maksimal. Karenanya, diperlukan model bisnis yang mendorong jemaah untuk terlibat secara langsung di dalamnya," ujar Ramdansyah.

Mantan ketua Panwaslu Jakarta ini menyebutkan sejumlah strategi yang bisa dilakukan yakni pengembangan akses modal bagi para pedagang kecil.  Akses modal ini menjadikan para jemaah mesjid sebagai rantai ekonomi khususnya dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Perusahaan-perusahaan BUMN yang ada di lingkungan masjid atau Ring 1-nya masjid tentunya dapat membantu dalam bentuk kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) atau pendanaan usaha mikro yang dikembangkan masjid. 

Pernyataan Ramdansyah dan Marullah Matali sejalan dengan pandangan Ketua umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Erick Thohir yang ingin mendorong masjid-masjid di Tanah Air bisa menjadi tempat pergerakan ekonomi syariah. "Mari memperlihatkan pada seluruh umat dan masyarakat Indonesia bahwa masjid itu sejuk, tidak hanya sebagai tempat ibadah, silaturahim, tapi juga kita mendorong untuk kerjasama dengan dunia usaha, mendorong ekonomi syariah," Hal ini disampaikan Erick Thohir dalam silaturahmi dengan ICMI bersamaan dengan pelaksanaan Khazanah Fest di Masjid At Thohir, Tapos, Depok pada Selasa (11/04/2023).

Erick berharap dunia usaha semakin banyak yang berkolaborasi dengan masjid untuk memberi manfaat besar bagi umat. Untuk itu, Erick mengatakan Masjid At Thohir berkolaborasi dengan ICMI meluncurkan platform amalbox serta mendorong ekonomi masyarakat melalui Khazanah Fest.

Berita Lainnya