Selasa 18 Apr 2023 17:55 WIB

Tips Agar Anak Semangat Puasa Hingga Lebaran Tiba

Kebutuhan gizi anak selama puasa sama dengan kebutuhan gizi ketika sedang tak puasa.

Rep: Desy Susilawati/ Red: Qommarria Rostanti
Anak berpuasa (ilustrasi). Penting bagi orang tua untuk tetap menyiapkan energi dan zat gizi saat anak berpuasa.
Foto: Republika/Yogi Ardhi
Anak berpuasa (ilustrasi). Penting bagi orang tua untuk tetap menyiapkan energi dan zat gizi saat anak berpuasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjelang momen Hari Raya Idul Fitri, penting bagi orang tua untuk tetap menyiapkan energi dan zat gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak saat mereka menjalankan puasa. Adapun, kebutuhan gizi anak selama bulan puasa sama dengan kebutuhan gizi ketika sedang tidak berpuasa yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, serta air.

Nestlé Milo melalui Corporate Nutritionist Nestlé Indonesia Eka Herdiana membagikan tips agar anak kuat dalam menjalani puasa sesuai dengan usianya. Apa saja itu?

Baca Juga

1. Jaga kondisi tubuh dengan gizi seimbang

Saat kondisi normal, sarapan dibutuhkan untuk menyimpan cadangan tenaga lima sampai tujuh jam ke depan, sedangkan ketika puasa, sahur dibutuhkan untuk menyimpan cadangan tenaga selama 14 jam ke depan. Untuk itu, orang tua perlu menyiapkan cadangan energi yang tepat bagi anak pada saat sahur. Salah satunya dengan memberikan makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat dan makanan yang mengandung serat.

Karbohidrat atau zat tenaga sebagai sumber energi atau tenaga untuk beraktivitas seperti mengonsumsi nasi, roti, sereal, dan jagung. Protein atau zat pembangun untuk tumbuh kembang dan menggantikan sel-sel yang rusak seperti mengonsumsi ayam, daging, dan telur.

Vitamin dan mineral atau zat pengatur dibutuhkan untuk mengatur proses metabolisme di dalam tubuh seperti mengonsumsi sayur dan buah. Berikutnya, orang tua juga perlu memperhatikan pola minum anak. Pada saat berbuka puasa, orang tua perlu memberikan kesempatan kepada lambung anak untuk menyesuaikan proses pencernaannya. Mulailah dengan makanan ringan pada saat berbuka, kemudian makan makanan berat dengan porsi dan kandungan zat gizi lengkap.

“Makanan ringan saat berbuka yang dapat diberikan adalah makanan kecil yang mengandung karbohidrat maksimal 20 persen kebutuhan kalori harian tubuh untuk mengembalikan energi, ditambah minum segelas air hangat,” kata Eka.

2. Jaga kondisi tubuh dengan cairan yang cukup

Untuk menjaga agar cairan tetap cukup selama berpuasa, perlu dilakukan hidrasi yang cukup, seperti minum air putih dalam jumlah yang cukup untuk mencegah dehidrasi. Pilih menu makanan yang mengandung banyak cairan seperti sup, rebusan, namun hindari makanan dengan garam tinggi. Konsumsi buah-buahan yang mengandung banyak cairan, seperti semangka, jeruk, melon, dan sebagainya.

3. Jaga kondisi tubuh dengan tidur yang cukup

Orang tua juga perlu memperhatikan waktu istirahat anak. Pastikan jam tidur pada anak tetap tercukupi selama delapan sampai 10 jam per harinya untuk memastikan kemampuan akademisnya tetap terjaga.

4. Ajak anak untuk tetap aktif dan Berenergi di bulan Ramadan

Penting bagi orang tua dan anak untuk tetap bergerak agar tetap sehat dan bugar selama berpuasa. “Berbagai pilihan olahraga yang dapat dilakukan orang tua dan anak saat berpuasa di antaranya jalan cepat atau jogging kecil, aerobik ringan, yoga atau pilates dengan durasi latihan 30 menit hingga maksimal satu jam yang dapat dilakukan di sore hari menjelang berbuka,” kata Eka.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement