Selasa 18 Apr 2023 12:19 WIB

Ahli Astronomi Arab Saudi Sebut Jumat Hari Pertama Idul Fitri 2023

Akan terjadi fenomena konjugasi sebelum matahari terbenam pada Kamis malam.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Ani Nursalikah
Petugas saat memantau hilal di Masjid Al Musyariin, Jakarta, Ahad (1/5/2022). Ahli Astronomi Arab Saudi Sebut Jumat Hari Pertama Idul Fitri 2023
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Petugas saat memantau hilal di Masjid Al Musyariin, Jakarta, Ahad (1/5/2022). Ahli Astronomi Arab Saudi Sebut Jumat Hari Pertama Idul Fitri 2023

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Astronom Arab Saudi menyatakan berdasarkan perhitungan astronomi menunjukkan Jumat (21/4/2023) akan menjadi hari pertama Idul Fitri.

Dilansir di Saudi Gazette, Selasa (18/4/2023), Presiden Astronomical Society di Jeddah Majed Abu Zahra mengatakan akan terjadi fenomena konjugasi sebelum matahari terbenam pada Kamis malam, 29 Ramadhan, bertepatan dengan 20 April 2023.

Baca Juga

Artinya, pertemuan matahari dan bulan pada satu ketinggian di langit ketika mereka berada pada satu garis bujur langit dan bulan bergerak dari barat matahari ke timurnya. Hal ini merupakan peristiwa global yang terjadi dalam satu saat untuk semua bagian dunia.

Abu Zahra mengatakan matahari akan terbenam dari ufuk Makkah pada pukul 18.42 Kamis, dan saat itu bulan akan berada di atas ufuk pada ketinggian 04 derajat. Sementara elongasi atau sudut yang memisahkan bulan dari matahari adalah 05 derajat, dan iluminasinya 0,2 persen.

Bulan akan terbenam pada pukul 19.06 setelah 24 menit terbenamnya matahari, maka syarat memasuki bulan Syawal akan terpenuhi secara astronomis. Abu Zahra mengatakan, bagaimanapun, penampakan bulan sabit Syawal dengan mata telanjang atau alat pemantau tidak mungkin dilakukan kecuali melalui kamera CCD.

Hal ini karena penerangannya yang minim, kehadirannya dalam cahaya matahari terbenam, dan durasinya yang singkat berada di atas cakrawala. Dia mencatat bahwa pada Jumat, 21 April, matahari akan terbenam dari ufuk Makkah pada pukul 18.43, dan bulan akan berada di atas ufuk pada ketinggian 16 derajat.

Sementara elongasi atau sudut yang memisahkannya dari matahari 17 derajat, dan iluminasinya 2,4 persen. Disebutkan bulan akan begitu mudah dilihat dengan mata telanjang jika langit cerah, dan akan terbenam pada pukul 20.05 malam, satu jam 22 menit setelah matahari terbenam.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement