Ini Tujuh Titik Rawan Kecelakaan di Ruas Jalan Tol Jatim, Pemudik Wajib Waspada

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Friska Yolandha

Senin 17 Apr 2023 17:33 WIB

Sejumlah kendaraan melintas di jalan tol Ngawi - Kertosono di wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (5/5/2022). Kepolisian Daerah Jawa Timur mencatat ada tujuh titik rawan kecelakaan di ruas jalan tol di Jatim yang perlu diperhatikan pemudik. Foto: ANTARA/Siswowidodo Sejumlah kendaraan melintas di jalan tol Ngawi - Kertosono di wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (5/5/2022). Kepolisian Daerah Jawa Timur mencatat ada tujuh titik rawan kecelakaan di ruas...

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kepolisian Daerah Jawa Timur mencatat ada tujuh titik rawan kecelakaan di ruas jalan tol di Jatim yang perlu diperhatikan pemudik. Adapun tujuh titik rawan kecelakaan tersebut berada di Tol Ngawi-Madiun KM 586, Tol Madiun-Kertosono KM 637-638, Tol Kertosono-Mojokerto KM 683-698, Tol Mojokerto-Warugunung KM 714-720. Tol Gempol-Pasuruan KM 820-825, Tol Waru-Manyar KM 7200, serta Tol Waru-Pandaan KM 12/A sampai 15/A dan KM 15/B.

Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol M Taslim Chairuddin mengatakan, tujuh titik rawan tersebut ditetapkan berdasar hasil analisa dan evaluasi kejadian kecelakaan periode 2021 hingga 2022. "Memang itu ada beberapa penggal jalan memang kita tetapkan sebagai titik rawan kecelakaan selama ini. Dari total 72 titik rawan kecelakaan, tujuh di antaranya berada di jalur tol," kata Taslim, Senin (17/4/2023).

Baca Juga

Taslim berharap pemudik lebih berhati-hati ketika melintasi titik-titik rawan tersebut. Apalagi, kata Taslim, berdasarkan prediksi, akan ada kurang lebih 23 juta pemudik yang masuk ke Jatim pada lebaran Idul Fitri tahun ini. Semakin tinggi mobilitas di lapangan, kata dia, tingkat kerawanan akan terjadinya kecelakaan juga bakal meningkat.

"Ini di tahun 2023 ada peningkatan arus sampai 30 persen, maka kalau semakin tinggi mobilitas di lapangan maka potensi kecelakaan lebih tinggi," ujarnya.

Taslim melanjutkan, sebagai antisipasi kecelakaan, Polda Jatim telah berkoordinasi dengan Jasa Marga untuk menambah sped trap di tujuh titik rawan tersebut. Ini penting karena Jatim berada di ujung perjalanan, sehingga pengendara biasanya berada di titik lelah. Terutama jika jalanan yang dilalui minim penerangan. 

Selain itu, pihaknya juga melakukan penambahan rambu-rambu lalu lintas dan mempersiapkan 25 rest area yang dapat dimanfaatkan untuk beristirahat ketika pemudik merasa lelah. Taslim pun mengimbau masyarakat yang akan mudik dengan kendaraan pribadi agar memperhatikan kelaikan kendaraan dan kesehatan agar perjalanan lebih aman dan lancar.