Polres Indramayu Tutup 178 Putar Balik di Jalur Pantura Selama Mudik

Red: Ani Nursalikah

 Rabu 12 Apr 2023 19:26 WIB

Personel Polisi dari Polres Indramayu mengatur lalu lintas saat terjadi kepadatan di jalur pantura Lohbener, Indramayu, Jawa Barat, Ahad (8/5/2022). Polres Indramayu Tutup 178 Putar Balik di Jalur Pantura Selama Mudik Foto: ANTARA/Dedhez Anggara Personel Polisi dari Polres Indramayu mengatur lalu lintas saat terjadi kepadatan di jalur pantura Lohbener, Indramayu, Jawa Barat, Ahad (8/5/2022). Polres Indramayu Tutup 178 Putar Balik di Jalur Pantura...

Jalur arteri pantura Indramayu diprediksi akan dipadati oleh para pemudik.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Kepolisian Resor (Polres) Indramayu, Jawa Barat akan menutup 178 putar balik di jalur arteri pantura selama mudik Lebaran 2023. Penutupan dilakukan dalam rangka mengantisipasi terjadinya kepadatan.

"Kami sudah mendata semua putar balik, baik yang legal maupun ilegal, dan nantinya ada yang dilakukan penutupan," kata Kasatlantas Polres Indramayu AKP Bagus Yudo, Rabu (12/4/2023).

Baca Juga

Bagus mengatakan di Kabupaten Indramayu secara keseluruhan terdapat 214 putar balik, baik yang legal maupun ilegal. Namun, putar terbanyak merupakan ilegal dengan jumlah totalnya mencapai 135.

Sedangkan untuk putar balik yang legal mencapai 79. Dari total 214 putar balik, hanya ada 36 yang akan dibuka selama arus mudik balik Lebaran 2023. Sisanya ditutup.

Penutupan putar balik dilakukan dengan menggunakan tolo-tolo, maupun pembatas lainnya, dan itu tidak dilakukan secara permanen. Ia menambahkan penutupan putar balik dilakukan untuk memperlancar arus kendaraan, karena diprediksi jalur arteri pantura Indramayu akan dipadati oleh para pemudik.

Selain itu, untuk mencegah terjadinya kecelakaan mengingat kendaraan yang melintas di jalan tersebut dengan kecepatan tinggi sehingga perlu dilakukan rekayasa lalu lintas dengan cara penutupan putar balik. "Penutupan dilakukan karena menghindari kemacetan, selain itu juga ada beberapa putar balik yang ada tepat setelah belokan, dan ini tentu membahayakan sehingga kami tutup," katanya.

Berita Lainnya