Personel Yonarmed Ngaji Kitab Kuning dalam Program Pesantren Ramadhan

Red: Erdy Nasrul

 Selasa 11 Apr 2023 14:49 WIB

Ilustrasi ngaji kitab yang dilakukan santri. Foto: ANTARA/Maulana Surya Ilustrasi ngaji kitab yang dilakukan...

Personel Yonarmed ingin mendapatkan inspirasi dan kearifan Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 22 personel Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) 8/Uddhata Yudha mengikuti pesantren kilat yang digagas oleh Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf.

Selama 3 pekan, terhitung sejak 31 Maret sampai 18 April, puluhan personel Yonarmed itu mengikuti kajian tafsir Al-Qur'an Al-Jalalain dan tadarus, serta mengkaji Kitab Ayyuhal Walad Karya Imam Al Ghazali di Pondok Pesantren An-Nuriyah, Kaliwining, Jember, Jawa Timur, asuhan Gus Yayak.

Baca Juga

"Kegiatan pesantren kilat ini dalam rangka pembinaan mental anggota Yonarmed, khususnya bagi yang beragama Islam selama Ramadhan 1444 Hijriah," kata Danyonarmed 8/UY Letkol Arm Ketut Wira Purbawan dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Yang menarik adalahpara personel yang yang dipimpin oleh Letda Arm Alvin Dizamengikuti kegiatan pesantren kilat tetap menggunakan seragam dinas, yang merupakan ciri dari pasukan tempur TNI Angkatan Darat, dilengkapi dengan kopiah hitam.

Hal ini untuk menunjukkan bahwa personel Yonarmed selain memiliki fungsi tempur juga senantiasa memegang teguh nilai-nilai agama dalam setiap melaksanakan tugas pengabdian pada bangsa dan negara.

"Kami berharap apa yang mereka dapatkan di pesantren itu bisa membentuk mental dan perilaku yang baik dalam tugas mereka sehari-hari di dalam keluarga, satuan, dan lingkungannya. Mereka dibimbing langsung oleh pengasuh pesantren ini," kata Ketut.

Letda Arm Alvin Diza menerangkan bahwapersonelnya mengikuti kegiatan pesantren kilat setiap hari mulai pukul 17.00 hingga 22.30 WIB.

Kegiatan tadarus Alquran, dia dan anggotanya mengikuti kajian Kitab Tafsir Al-Jalalain dan Kitab Ayyahul Walad yang berisi nasihat-nasihat Imam Al Ghazali kepada murid-muridnya pada masa lalu.

Selain itu, kata dia, para personel itu juga diwajibkan menghafalkan surah-surah di Juz Amma mulai dari Al-Fill hingga Al-Adiyat. Mereka akan menyetorkan hafalannya itu saat selesainya kajian setiap hari.

Alvin mengatakan banyak hikmah yang mereka dapatkan saat mengikuti kegiatan tersebut, salah satunya dari kajian Kitab Ayyuhal Walad, misalnya jangan mencari masalah dengan orang lain, kesabaran membawa nikmat, bila diperintah oleh atasan, yakinkan perintah tersebut untuk mencari rida Allah, dan utamakan sikap rendah hati ke setiap orang.

Ia berharap dengan mental yang baik selama pembinaan di pesantren kilat bisa melahirkan prajurit TNI Angkatan Darat yang beriktikad dan berperilaku baik seperti harapanPangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf.

"Itu tentu saja berguna buat diri pribadi mereka dan lingkungannya," kata Alvin.

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf menggagas kegiatan pesantren kilat karena Jember memiliki sumber daya pesantren yang banyak melakukan pengkajian kitab tafsir, fikih, adab, dan lain-lain.

Oleh karena itu, dia mempersilakan prajuritnya yang berminat untuk memperdalam ilmu di pesantren.

"Saya dukung mereka sehingga nantinya setelah selesai nyantri mereka bisa menjadi imam salat atau penceramah di lingkungan batalion dan masyarakat," kata Farid.

Pendalaman ilmu agama di pesantren, kata dia, menjadi modal tambahan bagi prajurit TNI, terutama dalam komunikasi sosial dengan masyarakat.

Untuk itu, Farid berharap apa yang sudah dirintis ini akan menjadi kegiatan rutin setiap waktu, dan bisa diikuti oleh satuan-satuan lainnya di jajaran Kodam V/Brawijaya

"Inilah salah satu tambahan modal kemampuan prajurit yang akan memperbesar kesempatan mereka melakukan komunikasi sosial dengan masyarakat," kata Farid.

Berita Lainnya