Senin 10 Apr 2023 16:35 WIB

Membahayakan, Polisi Imbau Pemudik tak Gunakan Sepeda Motor

Masyarakat diminta untuk memanfaatkan program mudik gratis atau transportasi umum.

Rep: Ali Mansur/ Red: Friska Yolandha
Metro Jaya mengimbau agar masyarakat tidak menggunakan sepeda motor sebagai moda transportasi untuk mudik ke kampung halaman.
Foto: Dok Kemenhub
Metro Jaya mengimbau agar masyarakat tidak menggunakan sepeda motor sebagai moda transportasi untuk mudik ke kampung halaman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengimbau agar masyarakat tidak menggunakan sepeda motor, sebagai moda transportasi untuk mudik ke kampung halaman. Mengingat, sepeda motor tidak dirancang untuk perjalanan jarak jauh.

Masyarakat diminta untuk memanfaatkan program mudik gratis atau menggunakan transportasi umum, seperti kereta, bus, dan lainnya. “Saya betul-betul mengimbau sepeda motor tidak digunakan untuk mudik, karena motor bukan untuk perjalanan jarak jauh. Jadi yang menggunakan motor diharapkan larinya kemudik gratis dan tetap menggunakan terminal bis tentunya yang sudah biasa menggunakan bus,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman, kepada awak media, Senin (10/4/2023).

Baca Juga

Karena itu, Kombes Latif Usman mengatakan, pihaknya akan terus melakukan edukasi kepada pemudik terkait pentingnya keselamatan dalam perjalanan. Namun, pihaknya tetap melakukan penjagaan rute mudik yang dilalui pengguna sepeda motor. Khususnya, memang di jalur alteri, seperti jalur Kalimalang sampai dengan perbatasan Bekasi dan juga rute di bagian barat ke arah Serang, Banten.

“Dua target ini yang akan menjadi sasaran kami khususnya jalur alternatif jalur sepeda motor,” kata Kombes Latif Usman.

Lanjut Latif, untuk mengawal dan demi kelancaran arus mudik libur lebaran hari raya Idul Fitri 1444/2023 pihak Polda Metro Jaya mendirikan pos-pos pemantauan. Kemudian pihaknya akan melakukan pengecakan dan menghentikan kendaraan, yang tidak sesuai peruntukan atau berpotensi membahayakan orang lain maupun diri sendiri. Pengecekan ini, menurut Latif, tidak hanya bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor, tetapi juga pengendara roda empat.

"Kendaraan yang tidak sesuai peruntukkannya dan sangat membahayakan bagi orang lain dan dirinya sendiri kami akan hentikan terlebih dahulu. Kami ingatkan betul-betul untuk menjaga keselamatan, khususnya di jalur motor begitu juga yang ada di jalur mobil," kata Kombes Latif Usman mengatakan.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah memetakan sejumlah titik yang rawan kemacetan, terutama di titik-titik pintu keluar DKI Jakarta. Secara garis besar Polda Metro Jaya membagi dalam dua kategori di pintu keluar Jakarta tersebut, yaitu untuk kendaraan roda empat dan roda dua. 

“Untuk roda empat, titik rawan macet saat mudik terjadi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) lantaran meningkatnya volume kendaraan yang meninggalkan ibu kota,” ujar Kombes Latif Usman kepada awak media, Jumat (7/4/2023).

Menurut Kombes Latif Usman, pemudik pengguna kendaraan roda empat menggunakan jalur tol Jakarta-Cikampek untuk yang mengarah ke timur. Kemudian untuk pemudik yang mengarah barat dapat melalui jalur tol Merak dan untuk yang mengarah Bogor pemudik bisa menggunakan Jagorawi. 

“Jadi akses lalu lintas menuju Pelabuhan merak dan menuju Bogor pun turut menjadi perhatian,” kata Kombes Latif Usman.

Sementara itu bagi pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua melalui jalur arteri. Sehingga diprediksi Jalan Inspeksi Kalimalang akan kemacetan. Karena jalur tersebut biasa digunakan pemudik pengguna sepeda motor untuk melalui Jalur Utara. Sedangkan untuk jalur alternatif khusus sepeda motor itu di jalur yang paling utama adalah dari Halim lama sampai dengan Jatiwaringin, Bekasi Kabupaten. 

Lebih lanjut, Kombes Latif Usman mengatakan, pihaknya akan membuat pos pengamanan (pospam) di titik-titik tersebut. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi adanya kemacetan panjang dan juga untuk mengamankan arus mudik di jalur-jalur tersebut.

"Pospam selalu kita tempatkan pada titik-titik kepadatan untuk memperlancar arus lalu lintas," tutur Kombes Latif Usman.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement