Rabu 05 Apr 2023 04:10 WIB

Anaknya Kendarai Mercy Tabrak Pelajar Hingga Tewas, Ini Respons Kombes Tertusi

Diketahui kecelakaan itu menewaskan seorang pelajar berinisial MS (19).

Garis polisi melintang di tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan. (ilustrasi)
Garis polisi melintang di tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Biro Operasi Polda Nusa Tenggara (NTB) Barat Kombes Pol Abu Bakar Tertusi, menyatakan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus anaknya yang terlibat kecelakaan di Pasar Minggu kepada Polres Metro Jakarta Selatan. Diketahui kecelakaan ini menewaskan seorang pelajar berinisial MS (19).

"Saya takut salah, semua sudah ditangani Satlantas Polres Jaksel," kata Tertusi, pada Selasa (4/4/2023).

Baca Juga

"Biarkan hukum yang bicara saja. Saya hanya bisa berdoa ananda kami diberikan yang terbaik dari Allah," tambah dia.

Sebelumnya, pada Senin (3/4/2023), Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan salah satu kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut bernomor polisi B 1127 dan salah satu kendaraan lain hingga sekarang tanpa plat nomor.

Menurut keterangan Trunoyudo, pihak kepolisian akan mendalami kecelakaan tersebut. Terkhusus mengenai nomor polisi kendaraan yang terlibat.

"Tentu akan dilakukan juga proses pendalaman pada kendaraan dengan plat nomor B 1127, dan pada kendaraan tanpa plat nomor yang tadi disebut. Semuanya akan dilakukan pendalam dalam proses ini," ucap Tronoyudo.

Ada 10 saksi telah diperiksa dan dimintai keterangan dalam kasus kecelakaan yang melibatkan anak Karo Operasi Polda NTB, Kombes Abu Bakar Tertusi di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

"Pertama adalah (inisial, red) MMI, yang kedua AD, ketiga ada MRD, keempat MRA, kelima LDN, keenam N, ketujuh MRS, kedelapan RAW, kesembilan JKA , dan kesepuluh adalah SBA," tambah Tronoyudo.

Pada Selasa (4/4/2023), Polda Metro Jaya melaksanakan gelar perkara kasus kecelakaan yang menewaskan seorang pelajar berinisial MS (19) itu. Hasilnya, ditemukan unsur pidana namun belum ditentukan siapa tersangkanya.

"Hari ini ada hasilnya, sejak siang tadi sekira jam 2 siang sampai 6 sore. Baru dihasilkan adanya peningkatan status pada proses penyelidikan ini menjadi proses penyidikan," kata Trunoyudo, Selasa.

 

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement