Selasa 28 Mar 2023 21:32 WIB

Tips Bagi Penderita Penyakit Jantung Agar Puasanya Aman dan tak Membahayakan

Penderita penyakit jantung sebaiknya berkonsultasi dulu ke dokter sebelum berpuasa.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Penderita penyakit jantung (ilustrasi). Dokter memberikan tips bagi penderita penyakit jantung agar dapat menjalani puasa dengan aman.
Foto: Foto : MgRol_92
Penderita penyakit jantung (ilustrasi). Dokter memberikan tips bagi penderita penyakit jantung agar dapat menjalani puasa dengan aman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Puasa tidak menjadi penghalang bagi mereka yang memiliki penyakit kardiovaskular. Pasien kardiovaskular yang penyakit jantungnya terkendali dapat berpuasa, jika dokter mereka menyetujuinya.

Sebaliknya, berpuasa jika dokter tidak menyetujuinya dapat menyebabkan risiko yang mengancam jiwa. Meskipun banyak penelitian telah dilakukan di seluruh dunia mengenai hal ini, masih belum ada konsensus mengenai beberapa masalah. "Jadi, setiap pasien harus berkonsultasi secara khusus ke dokter. Keputusan ini harus dibuat bersama dengan dokter," kata spesialis bedah kardiovaskular di Rumah Sakit Acıbadem Taksim Turki, dr Macit Bitargil.

Baca Juga

Bitargil kemudian menjelaskan lima poin penting yang harus diperhatikan oleh pasien yang berisiko terkena penyakit kardiovaskular tetapi diizinkan untuk berpuasa dengan cara yang terkendali oleh dokter mereka. Berikut penjelasannya seperti dikutip dari laman Daily Sabah, Selasa (28/3/2023):

1. Air putih di antara waktu berbuka puasa dan sahur

Bitargil menekankan, sangat penting bagi pasien dengan masalah kardiovaskular yang diperbolehkan puasa untuk tetap terhidrasi. Jika keseimbangan air diabaikan, insiden seperti peningkatan beban kerja jantung, pingsan, serangan jantung, dan kematian dapat terjadi karena hipovolemia (dehidrasi pada tubuh).

"Untuk alasan ini, mengonsumsi sekitar dua hingga 2,5 liter air secara berkala menjadi penting, terutama antara waktu berbuka puasa dan sahur,” kata dia.

2. Cukupi kebutuhan nutrisi

Bitargil mengatakan makanan asin, pedas, dan minuman asam dan manis harus dihindari. Menurut dia, akan lebih sehat jika engonsumsi makanan kaya sayuran dan rempah-rempah, mengonsumsi ikan daripada daging merah, dan lebih memilih makanan yang direbus, dikukus, dan dipanggang daripada yang digoreng.

“Juga penting bagi kesehatan jantung untuk menghindari kue-kue dan makanan manis dengan sirup dan menghindari makanan yang mengandung garam berlebihan,” kata dia.

3. Perhatikan jadwal pengobatan

Bitargil mengatakan bahwa risiko serius yang mengancam jiwa dapat muncul jika pasien yang memiliki risiko kardiovaskular berpuasa tanpa berkonsultasi dengan dokter. Dia menekankan pentingnya mengatur jadwal pengobatan dan waktu minum obat dengan dokter selama bulan Ramadhan dan tetaplah berkomunikasi secara dekat dengan dokter.

"Terutama bagi mereka yang perlu menggunakan antikoagulan, (jika mereka) berhenti mengonsumsi pengencer darah atau mulai tidak menggunakannya, mereka dapat menghadapi konsekuensi yang parah mulai dari risiko stroke hingga kehilangan nyawa,” kata Bitargil.

4. Perhatian saat berolahraga

Pasien kardiovaskular yang ingin melakukan aktivitas fisik selama Ramadhan harus mempertimbangkan beberapa hal. Aktivitas fisik yang dilakukan pada waktu yang tidak tepat dapat menambah beban jantung pada orang yang sudah mengalami dehidrasi sehingga dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan seperti pingsan dan serangan jantung.

Oleh karena itu, mereka yang ingin berolahraga dapat berjalan kaki selama 30 hingga 40 menit, dua hingga tiga jam setelah berbuka puasa pada malam hari. Namun yang perlu dicatat, jangan memaksakan diri terlalu banyak dan telah mendapatkan izin dari dokter. Bitargil juga mengatakan, langsung tidur setelah makan bukanlah ide yang baik.

5. Tidur yang cukup

Dia menyebut tidur yang cukup selama Ramadhan sangat penting untuk mekanisme pengambilan keputusan yang benar dari otak dan fungsi kognitif, seperti memori dan pemikiran logis. Kurang tidur akan menyebabkan pengambilan keputusan yang salah, mudah marah pada siang hari, mudah tersinggung, sakit kepala, dan beban stres yang lebih tinggi.

Hal-hal tersebut secara langsung atau tidak langsung akan meningkatkan beban kerja jantung dan dapat menyebabkan insiden yang tidak diinginkan. "Dalam hal ini, mendapatkan setidaknya empat jam tidur tanpa gangguan pada malam hari setelah berbuka puasa dan sebelum sahur, tidur selama beberapa jam setelah sahur dan tidur siang selama 20 menit pada siang hari semuanya bermanfaat," kata dia.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement