Jumat 24 Mar 2023 21:28 WIB

Koalisi Perubahan akan Deklarasi Bersama Setelah Cawapres Anies Ditetapkan

Ketum parpol anggota Koalisi Perubahan sudah meneken piagam deklarasi.

Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi memegang piagam deklarasi Koalisi Perubahan untuk Persatuan di Sekretariat Koalisi Perubahan, Jakarta, Jumat (24/3).
Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi memegang piagam deklarasi Koalisi Perubahan untuk Persatuan di Sekretariat Koalisi Perubahan, Jakarta, Jumat (24/3).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Koalisi Perubahan untuk Persatuan yang terdiri dari Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan melakukan deklarasi bersama setelah bakal calon wakil presiden untuk Pemilu 2024 ditetapkan. Hal tersebut disampaikan Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya usai Partai NasDem, Partai Demokrat, dan PKS mengumumkan piagam kerja sama sebagai kesahihan pembentukan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).

"Deklarasinya nanti kita sedang mematangkan. Dalam hemat kami, deklarasi itu akan kami lakukan setelah kami melakukan serap aspirasi, komunikasi, dialog, sowan dengan banyak tokoh-tokoh untuk mendapatkan nama calon wakil presiden," kata Willy yang mewakili partainya di Tim Kecil saat konferensi pers di Sekretariat Perubahan, Jakarta, Jumat (24/3/2023).

Baca Juga

Willy lantas menganalogikan pengumuman penandatanganan piagam KPP pada hari ini sebagai Sumpah Pemuda, sedangkan deklarasi bersama besar-besaran dengan ketiga ketua umum Partai NasDem, Partai Demokrat, dan PKS ibarat Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945.

"Nanti 17 Agustus-nya setelah ini baru nanti yang disebutkan setelah ada cawapres, semua ketua umum ada, baru itu resepsi. Ini baru akad saja," ujarnya.

Dia mengatakan bahwa deklarasi bersama itu mungkin baru akan dilakukan setelah Ramadhan 1444 Hijriah. "Ya, habis Ramadhan-lah, kita istiqomah dulu Ramadhan ini," katanya usai konferensi pers.

Selain sepakat menetapkan Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden, butir kesepakatan piagam kerja sama ketiga partai itu juga memberikan mandat penuh kepada Anies untuk memilih pasangan duetnya yang mampu memenangkan Pemilu 2024.

"Dalam piagam disebut seluruhnya sepakat memberikan mandat kepada Pak Anies sebagai capres untuk memilih calon pasangannya pada waktu itu," kata Tim Kecil Anies Baswedan, Sudirman Said.

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Syura PKS Sohibul Iman mengatakan bahwa Tim Kecil atau Tim 8 juga mendapat tugas dari Anies Baswedan untuk membantu proses finalisasi pencarian pasangan duetnya pada Pemilu 2024. Dia menyebut figur bakal cawapres tersebut pada waktunya akan dikomunikasikan bersama KPP, sebelum kemudian diputuskan oleh Anies selaku bakal capres danselanjutnya disampaikan pada publik.

"Kami akan melanjutkan untuk mendengarkan suara masyarakat untuk mencari calon wakil presiden yang paling pantas yang mendampingi Bapak Anies Rasyid Baswedan," ujar Sohibul.

Sohibul mengatakan, terdapat limakriteria bakal cawapres yang akan mendampingi Anies sebagai bakal capres, seperti kriteria yang telah disepakati dalam piagam koalisi.

"Pertama, dia memiliki kontribusi signifikan pada pemenangan. Kedua, bisa memperkuat barisan koalisiperubahan. Ketiga, memiliki kapasitas dalam membantu jalannya pemerintahan dengan efektif," tuturnya.

Keempat, lanjut dia, memiliki visi yang sama dengan bakal capres dan kelima mampu membangun kerja sama tim sebagai dwi tunggal. Dalam kesempatan itu, turut hadir Ketua DPP Partai NasDem Sugeng Suparwoto, Ketua DPP PKS Al Muzzammil Yusuf, dan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya.

 

photo
Manuver Surya Paloh antara Anies dan Jokowi. - (Republika/berbagai sumber)

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement