Senin 20 Mar 2023 16:32 WIB

Arab Saudi Imbau Muslim Melihat Hilal Ramadhan 

Ramadhan merupakan momentum menguatkan kebersamaan.

Rep: Mabruroh/ Red: Erdy Nasrul
Tim rukyatul hilal dari Nahdlatul Ulama (NU) Kota Surabaya mengamati posisi bulan (hilal) di atas Masjid Al-Mabrur, Nambangan, Surabaya, Jawa Timur, Ahad (1/5/2022). Dalam pengamatan tersebut tim gagal melihat bulan yang menandai awal Bulan Syawal 1443 Hijriyah atau Hari Raya Idul Fitri karena langit tertutup awan.
Foto: ANTARA/Moch Asim/nz
Tim rukyatul hilal dari Nahdlatul Ulama (NU) Kota Surabaya mengamati posisi bulan (hilal) di atas Masjid Al-Mabrur, Nambangan, Surabaya, Jawa Timur, Ahad (1/5/2022). Dalam pengamatan tersebut tim gagal melihat bulan yang menandai awal Bulan Syawal 1443 Hijriyah atau Hari Raya Idul Fitri karena langit tertutup awan.

REPUBLIKA.CO.ID, SAUDI — Mahkamah Agung di Kerajaan Arab Saudi meminta umat Islam untuk melihat bulan sabit bulan suci Ramadhan pada Selasa (21/3/2023) malam atau 29 Sha'ban 1444 H. Jika bulan sabit terlihat, maka pada malam itu menandai masuknya awal bulan suci Ramadhan.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada 19 Maret, Mahkamah Agung meminta siapa pun yang melihat bulan sabit, baik dengan mata telanjang atau melalui teropong untuk melapor ke pengadilan terdekat dan mendaftarkan pengamatan mereka.

Baca Juga

Dilansir dari Khalej Times, Ahad (19/3/2023), mereka juga dapat melaporkan kepada otoritas wilayah di daerah mereka di mana mereka melihat bulan sabit. Mahkamah Agung berharap bahwa siapa pun yang memiliki kemampuan dan memiliki kepentingan dalam masalah ini bergabung dengan komite yang dibentuk di daerah untuk tujuan ini.

Apa itu Ramadhan?

Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Islam. Meskipun kalender Islam memiliki 12 bulan, menjadi kalender lunar, itu lebih pendek dari kalender Gregorian hampir 10 hari lebih pendek pada kenyataannya. Inilah sebabnya mengapa Ramadhan jatuh pada waktu yang berbeda setiap tahun menurut kalender Gregorian. 

Tahun ini diperkirakan akan dimulai pada hari Kamis, 23 Maret. Tanggal mulai Ramadhan yang tepat dapat bervariasi tergantung pada penampakan bulan sabit Ramadhan.

Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan adalah salah satu dari lima rukun Islam. Muslim yang sehat diharuskan berpuasa selama sebulan setelah mereka baligh. Mereka yang boleh tidak berpuasa adalah mereka yang sakit, bepergian dan wanita yang sedang haid.

Mereka yang melewatkan hari-hari puasa selama bulan Ramadhan diharuskan mengganti hari-hari yang ditinggalkan itu. Jika mereka tidak bisa berpuasa setelah Ramadhan, mereka bisa memberi makan orang miskin untuk setiap hari puasa. 

Umat Islam akan berpuada sejak terbit fajar hingga matahari terbenam. Selama jam-jam ini, umat Islam menjauhkan diri dari makanan, minuman, dan kebutuhan fisik lainnya seperti hubungan seksual selama sebulan penuh.

Buka Puasa dan Sahur

Saat berbuka puasa, disunnahkan untuk minum air dan memakan buah kurma. Di sunnahkan juga untuk makan sahur pada sepertiga malam atau sebelum fajar subuh terbit.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement