Senin 20 Mar 2023 16:19 WIB

Banyak Orang Mencari Diskon Saat Ramadhan, Padahal Diskon dari Allah Luar Biasa

Banyak orang mencari diskon harga saat Ramadhan.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil
 Banyak Orang Mencari Diskon Saat Ramadhan, Padahal Diskon dari Allah Luar Biasa. Foto:  Diskon (ilustrasi)
Foto: massageplanetnews.blogspot.com
Banyak Orang Mencari Diskon Saat Ramadhan, Padahal Diskon dari Allah Luar Biasa. Foto: Diskon (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ahmad Zubaidi mengatakan, di bulan Ramadan menjelang Idul Fitri Fitri, banyak orang mencari diskon di pusat perbelanjaan. Padahal diskon dari Allah SWT sangat luar biasa.

“Makin dekat Idul Fitri makin dekat, orang biasanya buru-buru cari diskon, tapi diskon dari Allah itu luar biasa, Allah memberikan pahala dari-Nya kepada siapa saja yang menunaikan (ibadah Ramadhan dengan sebaik-baiknya),” ujar Kiai Zubaidi saat Tarhib Ramadhan 1444 Hijriah bersama dai-dai MUI di Masjid Cut Meutia Jakarta pada Ahad (19/3/2023).

Baca Juga

Kiai Zubaidi mengatakan, ternyata sebagian masyarakat masih mengejar hal-hal duniawi dibandingkan hal-hal yang bersifat spiritual. Padahal kehidupan akhirat lebih utama dan lebih penting dari kehidupan dunia.

Kiai Zubaidi juga mengingatkan bahwa saat ini bulan Ramadan sudah dekat. Artinya sebagai seorang muslim harus siap menyambut Ramadhan.

“Masalahnya kebanyakan kita lebih mempersiapkan kebahagiaan jasmani, bukan persiapan rohani, maka ini yang harus dikoreksi dari kita semua,” kata Kiai Zubaidi.

Kiai Zubaidi mengatakan, semua orang tahu betapa pentingnya bulan suci Ramadhan. Bulan Ramadhan penuh dengan ampunan, hal ini sangat jelas dalam hadits.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa berpuasa dengan penuh iman, penuh keikhlasan karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.”

“Sekarang siapa di antara kita yang tidak memiliki dosa, kita sadar bahwa dosa kita banyak. Dosa kita sebanyak tumpukan pasir yang mungkin tidak bisa kita hitung,” jelas Kiai Zubaidi.

Ia menegaskan, jika di bulan Ramadhan seseorang tidak berminat meminta maaf, tampaknya keimanan orang tersebut masih perlu dipertanyakan. Sebagai hamba Allah SWT, kita wajib memohon ampunan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan meminta maaf kepada sesama manusia.

“Sampai Insya Allah kita memasuki bulan suci Ramadhan, hati kita bersih, dosa-dosa kita kepada Allah mudah-mudahan diampuni, jadi kita memasuki Ramadhan bersih dalam keadaan batin kita, jika keadaan batin kita bersih, kita sambut Ramadhan dengan semangat menjalankan ibadah,” ujarnya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement