Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Cina Kirim Bantuan Senilai Rp 110,83 Miliar untuk Korban Gempa Afghanistan

Ahad 26 Jun 2022 11:59 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Endro Yuwanto

Orang-orang yang terkena dampak gempa menunggu bantuan di Desa Gayan di Provinsi Paktia, Afghanistan, 23 Juni 2022. Lebih dari 1.000 orang meninggal dan lebih dari 1.500 lainnya terluka setelah gempa berkekuatan 6,1 skala richter melanda Afghanistan Timur sebelum fajar pada 22 Juni.

Orang-orang yang terkena dampak gempa menunggu bantuan di Desa Gayan di Provinsi Paktia, Afghanistan, 23 Juni 2022. Lebih dari 1.000 orang meninggal dan lebih dari 1.500 lainnya terluka setelah gempa berkekuatan 6,1 skala richter melanda Afghanistan Timur sebelum fajar pada 22 Juni.

Foto: EPA-EFE/STRINGER
Bantuan itu diharapkan dapat meringankan beban Afghanistan pasca-bencana gempa.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Cina akan mengirim bantuan kemanusiaan senilai 50 juta yuan atau setara Rp 110,83 miliar untuk Afghanistan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban Afghanistan pasca-bencana gempa yang menewaskan lebih dari 1.100 orang.

“Bantuan ini akan mencakup tenda, handuk, tempat tidur, dan bahan lainnya,” kata Kementerian Luar Negeri Cina, Sabtu (25/6/2022).

Baca Juga

Tak dijelaskan apakah bantuan itu akan disalurkan langsung lewat Pemerintahan Taliban atau lembaga bantuan internasional yang beroperasi di Afghanistan. Meski belum mengakui secara resmi Pemerintahan Taliban, sejumlah negara tetap memutuskan mengirimkan bantuan ke Afghanistan pasca-diguncang gempa berkekuatan 6,1 skala richter pada Rabu (22/6/2022) lalu. Pakistan dan India adalah dua negara yang paling awal menyalurkan bantuan.

Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock mengatakan, negaranya akan meningkatkan pasokan bantuan untuk Afghanistan.

"Kami berencana meningkatkan pendanaan untuk mereka lebih lanjut, dan kami akan memberikan lebih banyak bantuan dalam beberapa hari mendatang. Tidak melalui Taliban, tetapi dengan mitra dan lembaga bantuan kami seperti UNICEF dan WHO, yang dapat menjangkau orang-orang secara langsung di lapangan," kata Baerbock, Jumat (24/6/2022), dilaporkan laman Euronews.

Baerbock menekankan, saat ini satu-satunya hal yang penting terkait Afghanistan adalah kemanusiaan. "Meskipun krisis lain mendapat perhatian media yang lebih besar, kami tidak melupakan orang-orang di Afghanistan dan kami tahu tentang tanggung jawab khusus kami,” ucapnya.

Sebelumnya Amerika Serikat (AS) pun menyampaikan bahwa mereka sedang menyiapkan bantuan untuk korban gempa di Afghanistan.

“AS sangat sedih melihat gempa dahsyat yang merenggut nyawa sedikitnya 1.000 orang di Afghanistan. Presiden Joe Biden sedang memantau perkembangan dan telah mengarahkan USAID (US Agency for International Development) serta mitra pemerintah federal lainnya untuk menilai opsi respons AS guna membantu mereka yang paling terdampak,” kata penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan, Rabu (22/6/2022), dikutip laman Al Arabiya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan, negaranya telah menjalin kontak dengan kelompok-kelompok kemanusiaan yang menerima dukungan dari Washington dan aktif di Afghanistan. “Mitra kemanusiaan AS sudah merespons, termasuk dengan mengirimkan tim medis untuk membantu orang yang terkena dampak, dan kami sedang menilai opsi respons lainnya,” kata Blinken dalam sebuah pernyataan.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA