Keutamaan Puasa Syawal: Ganjaran Puasa Setahun Penuh

Rep: Rossi Handayani/ Red: Agung Sasongko

 Rabu 04 May 2022 17:29 WIB

Ibadah puasa. Ilustrasi Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA Ibadah puasa. Ilustrasi

Terdapat sejumlah faedah yang bisa didapatkan seorang muslim saat puasa Syawal.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA  -- Terdapat sejumlah faedah yang bisa didapatkan seorang muslim saat menjalankan puasa Syawal. Salah satunya yakni, akan menggenapkan ganjaran berpuasa setahun penuh.

Dikutip dari buku Fikih Bulan Syawal oleh Muhammad Abduh Tuasikal, Puasa Syawal akan menggenapkan  ganjaran berpuasa setahun penuh, dari Abu Ayyub Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 
مَنْ صَامَ رَمَضانَ ثُمَّ أَتَبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كانَ كصِيَامِ الدَّهْرِ
 
“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim, no. 1164).
 
Para ulama mengatakan bahwa berpuasa seperti setahun penuh asalnya karena setiap kebaikan semisal dengan sepuluh kebaikan. Bulan Ramadhan (puasa sebulan penuh) sama dengan (berpuasa) selama sepuluh bulan (30 x 10 = 300 hari = 10 bulan) dan puasa enam hari di bulan Syawal sama dengan (berpuasa) selama dua bulan (6 x 10 = 60 hari = 2 bulan). (Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim)
 
Jadi seolah-olah jika seseorang melaksanakan puasa Syawal dan sebelumnya berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan, dia seperti melaksanakan puasa setahun penuh. Hal ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
 
من صام ستة أيام بعد الفطر كان تمام السنة (من جاء با لحسنة فله عشر أمثالها
 
Barang siapa berpuasa enam hari setelah Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. [Barang siapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal].” (HR. Ibnu Majah no. 1715, dari Tsauban, bekas budak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih. Lihat Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim).
 
Satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan semisal dan inilah balasan kebaikan yang paling minimal. (Fath Al-Qadir, dan Tafsir Al-Karim Ar-Rahman)
 
 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...

Berita Lainnya

Play Podcast X