Lengkapi Puasa Ramadhan dengan Puasa Syawal

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Agung Sasongko

 Rabu 04 May 2022 17:17 WIB

Ilustrasi Berpuasa Foto: Prayogi/Republika Ilustrasi Berpuasa

Puasa yang dimaksud ialah puasa enam hari di bulan syawal.

REPUBLIKA.CO.ID,  KAIRO -- Imam sekaligus pengkhutbah di Masjid Sayyidah Zainab Kairo Mesir, Dr Abdullah Azab menyampaikan penjelasan soal keutamaan bulan syawal. Dia mengatakan, bila bulan Ramadhan yang penuh berkah itu berlalu, maka orang yang beriman akan tetap berpuasa tanpa henti.

Puasa yang dimaksud ialah puasa enam hari di bulan syawal. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Ayub Al-Anshari, Nabi SAW bersabda, "Siapa yang berpuasa Ramadhan dan kemudian diikuti dengan enam hari (puasa) Syawal, maka seperti puasa selama setahun." (HR Muslim)

Baca Juga

Imam Al Manawi, terang Azab, menjelaskan, Syawal adalah waktu di mana terdapat hasrat atau keinginan untuk makan yang banyak karena berada setelah Ramadhan, bulan yang di dalamnya umat Muslim berpuasa sebulan penuh. Karena itu, puasa di bulan Syawal justru lebih sulit dan pahalanya lebih besar.

Dalam kitab syarah Shahih Muslim, Imam Nawawi berkata:

"Para ulama mengatakan bahwa hal itu (puasa selama 1 bulan Ramadhan dan 6 hari bulan Syawal) sebanding dengan puasa setahun karena satu kebaikan balasannya sepuluh kali lipat. Puasa sebulan Ramadhan sama dengan puasa 10 bulan, sedangkan puasa enam hari sama dengan puasa dua bulan. Keterangan ini juga terdapat pada hadits marfu' dalam kitab An-Nasa'i."

Dijelaskan pula, puasa syawal tidak disyaratkan enam hari berturut-turut, sehingga seorang Muslim boleh melaksanakan ibadah puasa di hari kapan pun atau secara acak selama bulan Syawal, kecuali 1 Syawal. Karena 1 Syawal adalah Hari Raya Idul Fitri, hari yang diharamkan berpuasa bagi setiap Muslim.

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Dan iringkanlah puasa Ramadhan dengan puasa enam hari bulan Syawal."

"Alangkah lebih baik jika puasa enam hari bulan Syawal dimulai pada hari kedua bulan tersebut. Ini adalah pandangan madzhab Syafi'i dan Abu Hanifah. Bila ditunda pada pertengahan atau akhir bulan Syawal, maka tidak apa-apa," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X