Memilih Camilan Tepat pada Bulan Ramadhan

Red: Agung Sasongko

 Kamis 28 Apr 2022 08:52 WIB

Camilan Ilustrasi Foto: istimewa Camilan Ilustrasi

Camilan memberikan kontribusi terhadap asupan energi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Selama bulan Ramadan, banyak pilihan makanan atau minuman yang bisa dikonsumsi baik untuk sahur maupun buka puasa. Namun perlu dipahami terutama di saat pandemi seperti sekarang, tubuh memerlukan makanan/minuman yang lebih dari sekedar lezat, tetapi yang terutama adalah memiliki nutrisi yang bermanfaat bagi imunitas tubuh. 

Berpuasa di saat pandemi memiliki tantangan tersendiri karena tetap harus mempertahankan imunitas saat berpuasa. Pemilihan jenis makanan dan minuman saat berpuasa, terutama untuk makanan utama saat berbuka dan sahur yang memberikan 70-80 persen kebutuhan harian. Sedangkan 20 persen sisanya didapatkan dari camilan sebagai asupan untuk mengembalikan energi selama berpuasa.

Berdasarkan fakta tersebut, ternyata camilan memberikan kontribusi terhadap asupan energi. Namun bukan berarti dapat mengkonsumsi sembarang camilan tanpa memperhatikan nilai gizi dan kandungan bahannya. Sehingga penting bagi Ibu untuk memilih camilan yang juga alami dan bernutrisi guna mencukupi asupan gizi keluarga selama berpuasa. 

Melihat pentingnya hal tersebut, di bulan Ramadan ini Kata Oma Telur Gabus mengadakan Kampanye “Ramadan yang #BenarBenarAsliAlami”. Sebuah kampanye yang digalakkan tentang betapa pentingnya memperhatikan pola konsumsi saat puasa terutama memilih camilan yang asli dan alami.    

"Sebagai brand yang peduli terhadap keluarga, kami memahami permasalahan yang dialami para ibu saat bulan Ramadan ketika menyediakan santapan buka puasa dan sahur yang tepat bagi keluarga," Furiyanti, Founder Kata Oma Telur Gabus dalam keterangan persnya, Kamis (28/4/2022).

Apalagi di saat pandemi,kata dia, asupan perlu diatur sehingga imunitas tetap terjaga walaupun sedang berpuasa. "Komitmen kami yaitu secara konsisten menggunakan bahan-bahan asli dan alami dalam Kata Oma Telur Gabus menjadi solusi bagi para Ibu sebagai alternatif memberikan pilihan camilan yang berkualitas. Tak hanya itu, ide kreasi dalam setiap makanan juga hal yang sering dicari saat puasa. Oleh karenanya kami memberikan berbagai resep-resep unik menggunakan Kata Oma Telur Gabus yang dapat dijadikan referensi di kanal media sosial kami," kata Furiyanti.

Kampanye “Ramadan Yang #BenarBenarAsliAlami” merupakan bentuk komitmen Kata Oma Telur Gabus untuk memberikan edukasi dan inspirasi bagi para ibu dalam memenuhi kebutuhan kalori harian keluarga untuk buka puasa dan sahur.

Isabel Yuliani Wijaya, Brand Manager Kata Oma Telur Gabus mengatakan, seorang Ibu memiliki peranan penting untuk mengatur panganan, agar anggota keluarganya tetap segar dan bugar saat berpuasa.

"Sehingga kami tergerak untuk memberikan edukasi dan inspirasi kepada para Ibu dalam memberikan camilan bernutrisi untuk memenuhi kebutuhan kalori harian keluarga yang bisa dikonsumsi saat buka puasa dan sahur. Hal ini kami wujudkan dalam Kampanye “Ramadan Yang #BenarBenarAsliAlami” dan juga inspirasi resep menu #BekalDariOma edisi Ramadan yang bisa dicoba para ibu di rumah," kata dia.

Inspirasi resep #BekalDariOma edisi Ramadan ini bisa didapatkan langsung di Instagram resmi Kata Oma Telur Gabus. Tidak hanya berbagi inspirasi resep, Kata Oma Telur Gabus juga membagikan tips-tips seputar Ramadan yang bermanfaat bagi para ibu dan keluarga.

Kiat Bijak Konsumsi Saat Berpuasa

Dalam acara Ramadan Yang #BenarBenarAsliAlami, nutrisionis Widya Fadila M.KM, memaparkan kiat-kiat apa saja yang bisa dilakukan ibu dalam memilih makanan selama bulan puasa. Kiat pertama adalah pilihlah makanan/minuman yang bukan sekedar manis.

Mengkonsumsi makanan/minuman dengan pemanis setelah puasa memang membantu memulihkan energi dan menyegarkan tenggorokkan. Namun, sebisa mungkin para ibu harus mengetahui pemanis apa yang digunakan dari makanan/minuman yang akan dikonsumsi. 

Hindari makanan-makanan yang mengandung pemanis sintetis karena bisa menimbulkan masalah kesehatan kedepannya. Patuhi juga kadar gula harian yang direkomendasikan oleh WHO yaitu sebesar 10% dari total asupan energi. Kebutuhan energi harian wanita dewasa 2150-2250 kalori, sementara pria dewasa dewasa 2625-2725 kal. Sehingga batas asupan gula dalam sehari berkisar 200-250 kalori. Sedangkan satu sendok makan gula atau 15 gram / 60 kalori, jadi sehari sekitar 3-4 sendok makan.  

Oleh karena itu, para ibu bisa memilih untuk mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung pemanis alami seperti gula aren. Gula aren merupakan pemanis alami yang baik dikonsumsi saat berbuka puasa karena bisa meningkatkan energi dengan cepat & tahan lama, serta mengandung zat besi & vitamin B. 

Kemudian, kiat yang kedua adalah menerapkan konsep 60:40 saat buka puasa dan sahur. Maksudnya adalah pemenuhan kalori untuk berbuka puasa adalah 60% dari total kalori harian. Sedangkan untuk sahur, adalah 40% dari total kalori harian. Pengaturannya seperti ini, untuk buka puasa 60% terdiri dari takjil manis (10%), makanan utama (30%), dan camilan (10%) setelah tarawih. Sedangkan untuk sahur (40%) terdiri dari makanan utama (30%) dan camilan (10%). Widya menjelaskan camilan bisa menjadi makanan pemenuhan kalori yang baik saat buka puasa dan sahur. Namun dia menyarankan para ibu untuk memilih camilan yang berbahan alami, tidak mengandung pemanis sintetis maupun MSG. 

Terakhir menurut Widya, ngemil saat buka puasa dan sahur memberikan banyak manfaat. Misalnya menjaga stabilitas metabolisme tubuh, mencegah makan terlalu banyak saat sahur & berbuka puasa, memenuhi kebutuhan kalori harian tubuh, dan menghindari rasa tidak nyaman di perut. Tidak hanya bermanfaat bagi tubuh, sesi ngemil bersama keluarga juga bisa menjadi ajang mendekatkan diri antar anggota keluarga di bulan Ramadan. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X