Menko PMK Cek Langsung Persiapan Mudik di Tol Cikampek dan Pelabuhan Merak

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Andi Nur Aminah

 Selasa 26 Apr 2022 23:42 WIB

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (keempat kanan) bersama Menko PMK Muhadjir Effendy (ketiga kiri), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kelima kiri), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kelima kanan) dan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono (tengah) meninjau kesiapan pengamanan mudik Lebaran 2022 di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat, Selasa (26/4/2022). Kegiatan tersebut bertujuan untuk memeriksa kesiapsiagaan pengamanan dan langkah pelaksanaan menghadapi potensi kemacetan diantaranya kesiapan stok BBM, pos pelayanan terpadu dan teknis penanganan arus lalu lintas mudik Lebaran 2022. Foto: ANTARA/M Ibnu Chazar Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (keempat kanan) bersama Menko PMK Muhadjir Effendy (ketiga kiri), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kelima kiri), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kelima kanan) dan...

Menko PKM mengapresiasi kesiapan petugas dalam mengantisipasi arus mudik dan balik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meninjau persiapan mudik lebaran di Pelabuhan Merak dan Tol Cikampek, Selasa (26/4). Pada kesempatan itu, bersama dengan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, ia meninjau berbagai kesiapan di beberapa titik arus mudik. Mulai dari moda transportasi di pelabuhan, serta berbagai posko dan fasilitas yang disediakan.

“Secara umum, saya lihat sudah sangat bagus persiapan di Merak dan rest area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek ini dalam mengantisiapsi arus mudik dan arus balik. Saya sangat mengapresiasi kesiapan para petugas dalam mengantisipasi arus mudik dan arus balik libur Lebaran 2022,” ujar Muhadjir.

Baca Juga

Muhadjir menambahkan, Presiden Joko Widodo sebelumnya telah mengimbau masyarakat untuk mudik sebelum tanggal prediksi puncak arus mudik yakni 28 April mendatang. Tujuannya untuk menghindari kemacetan arus mudik. Sebagaimana arahan presiden, lanjut dia, pelaksanaan mudik diharapkan dapat dilaksanakan lebih cepat lebih baik. "Agar di H-4 bisa kita antisipasi kemacetan yang tinggi,” ungkap Muhadjir.

Saat ini jumlah pemudik diperkirakan akan meningkat dari sebelumnya hanya 33 juta orang di tahun 2019. Saat ini diperkirakan sebanyak 80 juta lebih orang yang akan mudik.

“Pada 2019 sebagai perbandingan, hanya 33 juga yang mudik. Jadi ini kenaikannya sangat luar biasa, untuk itu kita rekayasa betul sebaik-baiknya,” jelas Menko PMK.

Sementara itu Kapolri Jend Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan, sebanyak empat proses rekayasa akan dilaksanakan untuk mengurangi kemacetan arus mudik. Di antaranya ganjil genap, pengaturan contra flow dan one way, serta pengalihan jalur di H-4 lebaran yang akan dilaksanakan mulai dari pukul 17.00 WIB hingga 00.00 WIB untuk arah menuju ke timur.

“Tentunya akan disesuaikan dengan rekayasa yang bisa mendukung kegiatan tersebut. Ini diharapkan bisa membantu mempercepat proses agar arus mudik bisa berjalan dengan baik,” kata Kapolri.

Kapolri juga mengimbau masyarakat untuk menghindari prediksi puncak mudik yang ada. Bagi masyarakat yang sudah libur diharapkan dapat mudik lebih cepat agar bisa menghindari puncak arus mudik.

“Kami sudah mempersiapkan rekayasa untuk mengantisipasi arus puncak mudik dan menyediakan posko-posko untuk masyarakat dengan berbagai macam fasilitas agar masyarkat bisa istirahat sebentar, hal ini juga untuk menekan tingkat kecelakaan lalin,” tutur Listyo.

Selain itu, tambahnya, bagi masyarakat yang belum divaksin booster bisa mendatangi gerai vaksin yang sudah siapkan di pos pelayanan vaksin.

“Kita harapkan mudik ini bisa kita jadikan mudik yang sehat dan mudik yang nyaman dengan vaksin booster,” tutupnya.

 

 

Berita Lainnya