Musim Obral Pahala di Bulan Ramadhan (1)

Rep: Hannan Putra/ Red: Hafidz Muftisany

Ahad 22 Jul 2012 17:49 WIB

Tilawah Alquran Foto: Republika Tilawah Alquran

REPUBLIKA.CO.ID, Bulan Ramadhan yang penuh hikmah dan maghfirah, tak ubahnya seperti musim obral pahala bagi kaum muslimin. 

Sedangkan, beramal fardhu dalamnya dinilai sama dengan tujuh puluh kali amal fardhu di bulan lain. Dan kalau ditelusuri, kiranya akan banyak didapati obral-obral pahala dari berbagai ibadah dalamnya.

Umrah di bulan Ramadhan misalnya. Ia diobral nilainya menjadi serupa dengan ibadah haji bersama Rasulullah SAW. Sabda beliau, ”Umrah di bulan Ramadhan nilainya sebanding dengan ibadah haji bersamaku." (HR. Bukhari-Muslim)

Menghabiskan bulan Ramadhan di Makkah dan Madinah untuk beribadah di dua kota suci itu nilainya juga diobral.

"Barangsiapa mendapati bulan Ramadhan di Makkah lalu dia berpuasa dan melakukan qiyamullail semampunya maka Allah mencatat baginya pahala seratus ribu bulan Ramadhan dibanding bulan lain. Juga dicatat baginya setiap hari pahala memerdekakan budak, setiap malam pahala memerdekakan budak, setiap hari pahala penunggang kuda di jalan Allah, setiap hari kebaikan, dan setiap malam dicatat juga baginya kebaikan." (HR. Ibnu Maajah)

Diriwayatkan dari Bilal bin Harts Al-Muzani bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Bulan Ramadhan di Madinah lebih baik daripada seribu bulan Ramadhan di negeri lain." (HR. Thabarani)

Dalam obral pahala di bulan Ramadhan terdapat pula bersedekah, memberi nafkah, dan membaca tasbih. Az-Zuhri, seorang tabi'in besar, sebagaimana diriwayatkan oleh At-Tumidzi, mengatakan, "Sekali bacaan tasbih di bulan Ramadhan lebih utama daripada seribu kali tasbih di bulan lainnya.”

Pada bulan Ramadhan kelihatan sangat ramai kaum muslimin melaksanakan shalat tarawih berjamaah. Tarawih atau yang disebut dengan "qiyamu Ramadhan" merupakan kegiatan khas Ramadhan.

Terpopuler