Suka Duka Puasa di IIUM Malaysia (2-habis)

Red: Hafidz Muftisany

Senin 06 Aug 2012 16:45 WIB

International Islamic University Malaysia (IIUM) International Islamic University Malaysia (IIUM)

REPUBLIKA.CO.ID,Kampus saya memang seakan tidak pernah lelah dalam meramaikan suasana di bulan Ramadhan. Selalu ada orang yang berdiam di masjid baik untuk solat, membaca quran maupun belajar. Masjid bernama Sultan Haji Ahmad Shah Mosque (SHAS) ini selalu menjadi tempat persinggahan sebelum pulang ke hostel. Alasannya karena ramai, dan suasananya selalu membuat saya ingin membaca quran.

Seperti di Indonesia, masjid SHAS juga menyediakan ifthar. Malah, yang mereka sediakan bukan hanya berupa snack tapi juga meal alias makan besar. Menunya juga berganti-ganti setiap harinya, dan yang jelas hamper selalu nasi. Jadi kalau lagi kesusahan finansial, saya bisa berbuka disini hehehe.

Ketika malam menjelang, inilah saat saya memasuki suasana terindah di IIUM. Saat banyak orang dari berbagai Negara berkumpul di masjid SHAS untuk melaksanakan solat tarawih berjamaah. Yang sudah berkeluarga bahkan membawa serta pasangan dan anak-anak mereka. Semua dengan baju, warna kulit dan cara solat yang berbeda bersatu dalam satu jamaah. Subhanallah…

Tarawih disini cukup panjang, yaitu 23 rakaat dan menghabiskan satu juz al quran dalam satu tarawih. Malamnya, banyak yang menghabiskan malamnya di masjid. Tidak khawatir masalah sahur, karena masjid menyediakan makan sahur. Tidurnya pun tidak sekedar tidur di area masjid, tapi memang ada kamar-kamar nyaman yang disediakan untuk mereka yang ingin beristirahat sejenak saat beribadah. Enak kan? Malam-malam Ramadhan pun terasa hangat di masjid SHAS.

Kata orang, suasana tersebut mirip sekali dengan suasana di masjidil haram. Saya sih belum pernah kesana, tapi jikalau memang benar demikian ya saya bersyukur sekali bisa merasakannya selama saya tinggal disini.

Oleh Habiba Nabila Ihlasuddini (Mahasiswa IIUM, Malaysia)

Rubrik ini bekerja sama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia

Terpopuler