Makna Puasa bagi Jasmin, Pria Penyapu Jalan di Monas

Rep: c20/ Red: Siwi Tri Puji B

Jumat 05 Aug 2011 12:34 WIB

Tukang Sapu Tukang Sapu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Bekerja bukan alasan untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan. “Puasa tergantung dari niat kita,” kata Jasmin, seorang petugas pembersih kawasan Monumen Nasional (Monas). Hari-hari yang panas menyengat, justru semakin membakar semangatnya untuk segera menyelesaikan pekerjaan.

Siang itu, mentari hampir mencapai puncaknya. Jasmin masih menyapu lingkar luar kawasan Monas sendirian. Terik siang tidak menyurutkan Jasmin untuk tetap bekerja. “Disyukuri saja saya bisa bekerja. Saya hanya orang kecil, Mas,” kata pria asli Pemalang, Jawa Tengah ini.

Pekerjaan Jasmin hanyalah salah satu contoh pekerjaan yang berat dilakukan di bulan Ramadhan. Tiap hari, Jasmin harus menyapu halaman lingkar luar Monas bersama 27 temannya. Dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Lapar dan haus adalah hal yang sangat biasa dialami. Tapi puasa tetap dijalani Jasmin. “Niatnya puasa sampai penuh,” tambah pria 55 tahun itu.

Banyak teman-teman Jasmin yang tidak bisa puasa penuh. Kebanyakan tidak kuat karena haus. Maklum saja, pekerjaan seperti Jasmin akan bergelut dengan terik matahari. “Juga banyak yang tidak kuat karena tidak makan sahur,” tambahnya.

Dengan pekerjaan seperti itu, Jasmin mengaku mensiasatinya dengan makan sahur yang banyak. Terutama makan nasi. “Kalau buka puasa tidak makan nasi tidak apa-apa. Tapi kalau sahur harus makan nasi,” lanjutnya.

Menurutnya, hari-hari yang berat untuk puasa adalah di minggu ketiga dan keempat. Saat-saat menjelang lebaran. Bukan karena lapar dan haus lagi, tapi lebih karena beban pikiran. Di kampung sudah ada istri dan ketiga anaknya yang menunggu.

Di satu sisi Jasmin sangat senang bisa pulang kampung. Bertemu istri dan anak-anaknya. Di sisi lain, dia terbebani dengan penghasilannya yang hanya Rp 37 ribu/hari hanya sedikit yang bisa dibawa pulang. “Kadang saya tidak pulang kalau tidak punya uang, tapi kalau ada keperluan yang mengharuskan pulang, saya pinjem duit teman untuk ongkos pulang,”  katanya sembari matanya menerawang.

Berpuasa, bagi Jasmin dan teman-teman seprofesi adalah hal yang membanggakan. Seperti lomba siapa yang paling bisa bertahan untuk puasa satu  bulan penuh. “Biasanya kami saling ledek jika ada yang tidak kuat puasa,” kata Jasmin tersenyum.“Puasa adalah cara bersyukur saya diberi pekerjaan di Jakarta yang untuk hidup saja susah."

Terpopuler