Beijing Punya Kudapan Khas Berbuka Puasa Halal

Red: Nur Aini

 Sabtu 18 Jun 2016 14:11 WIB

Kue lopis dari beras ketan (ilustrasi) Foto: hesty-myworkofart.blogspot.com Kue lopis dari beras ketan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,BEIJING -- Beragam kudapan khas di kawasan Muslim Niujie Beijing, Cina menjadi sajian pilihan untuk berbuka puasa, selain buah-buahan segar dan teh hangat.

Aneka kudapan khas tersebut dijual di toko-toko kecil atau supermarket Muslim yang tersebar di kawasan Niujie, di Distrik Xicheng, Beijing. Niujie adalah wilayah padat berpopulasi sekitar 24 ribu warga Muslim yang membentang dari utara ke selatan, sekitar satu mil di sebelah barat Kuil Surga.

Kawasan dipenuhi toko-toko yang menjual masakan Muslim. Para penjual mayoritas mengenakan peci putih. Dinamakan Niujie karena warga di wilayah ini menjual masakan halal, terutama daging sapi maka dinamakan Niujie atau "Jalan Sapi".

Di beberapa toko kecil di kawasan Niujie, sebagian menjual daging sapi dengan aneka olahan yang dijual dengan harga 38 yuan (sekitar Rp 76 ribu) per gram. "Kami di kawasan ini sebagian besar membeli sapi dan bibit sapi dari Mongolia, lalu kami biakan di peternakan termasuk pemotongannya oleh kami, sehingga daging yang djual di sini, baik sapi, kambing maupun domba, halal," ungkap salah seorang penjual, yang tidak mau disebut namanya.

Disisi lain kawasan itu pula dijual aneka roti dan pastry dengan beragam isi, baik sayuran maupun daging, kacang-kacangan serta buah-buahan kering. Diperkirakan ada 200 makanan ringan Muslim dan Cina diproduksi di Niujie, termasuk beras ketan, gandum panggang, daging sapi rebus, daging babat kambing, dan kue beras.

Kue lapis berupa uli ketan diselingi selai kacang merah dan bunga lotus atau niangao, banyak dijual di supermarket di Niujie. Begitu pun bola-bola nasi atau yuanxiao, dengan beragam isi baik daging, sayuran, bunga maupun wijen.

Penikmat beragam kuliner Muslim dan khas Cina di Niujie, tidak saja digemari umat Islam di Beijing, tetapi juga umat muslim dari beberapa negara yang berwisata di Beijing. "Aneka kudapannya menarik, dan rasanya juga unik. Kebetulan saya sudah makan di sini kemarin, " kata Laila, seorang wisatawan asal Malaysia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X