Tayangan Televisi Ramadhan 'Kering' akan Nilai Religius

Red: Djibril Muhammad

Jumat 03 Aug 2012 15:58 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG - Anggota DPRD Padang Muharlion menilai tayangan televisi saat Ramadhan terutama program sahur dan berbuka puasa minim nilai religius. "Tayangan televisi saat sahur dan berbuka lebih banyak menampilkan program komedi yang minim nilai religius dan jauh dari nilai-nilai Ramadhan, katanya di Padang, Jumat (3/8).

Menurutnya, tayangan waktu sahur dan berbuka terutama acara komedi hanya memberikan hiburan terhadap otak, namun tidak memberikan pencerahan bagi jiwa dan mengajak masyarakat untuk lebih dekat dengan Allah. Dalam menampilkan program Ramadhan, stasiun televisi jangan hanya mengejar rating semata dalam membuat acara.

"Program yang ditampilkan harus memberikan nilai-nilai yang baik serta pencerahan dan menjadikan masyarakat semakin menghayati nilai-nilai Ramadhan," lanjut dia yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD Padang.

Dikatakannya, fenomena yang terjadi saat ini penyelenggara televisi berusaha mengemas acara yang menarik agar banyak ditonton masyarakat. Jika acara yang ditayangkan mendapat rating tinggi akan menunjang keberlangsungan stasiun televisi tersebut.

"Namun jangan sampai hanya karena mengejar rating, nilai-nilai dan pesan Ramadhan yang hendak disampaikan menjadi bias," kata dia.

Ia mengatakan perlu adanya program yang memberikan pencerahan bagi kaum muslimin yang sarat akan nilai-nilai spiritual. Kepada penyelenggara stasiun televisi ia mengharapkan lebih banyak menampilkan tayangan bernilai edukatif dan religius, sehingga tidak hanya menghibur akal namun juga menghibur jiwa dan memberikan pencerahan.

Ia berpesan kepada masyarakat agar lebih selektif dalam memilih acara televisi saat Ramadhan. Sebaiknya menonton acara yang memiliki nilai kebaikan dan meningkatkan ilmu dan pemahaman terhadap agama, kata dia.

Terpopuler