Kuli Panggul Pasar, Puasa atau Bekerja?

Rep: mg02/ Red: Hafidz Muftisany

 Senin 23 Jul 2012 16:16 WIB

Kuli Panggul (ilustrasi) Foto: beritadaerah.com Kuli Panggul (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA 00 Allah SWT memerintahkan kita untuk berpuasa sesuai dengan firmannya dalam QS Al-Baqarah ayat 183 yang berbunyi "Hai,orang orang yang beriman berpuasalah kamu sebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa"

Namun,ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang meninggalkan puasanya.  Misalnya, para pekerja keras yang terpaksa harus bekerja di siang hari Ramadhan demi mencukupi kebutuhannya serta keluarganya.

"Saya gak puasa cape, pegel  kan tangan ngangkut-ngangkut barang," kata Tahrim, (49) yang bekerja sebagai kuli angkut di Pasar Minggu,Jakarta Selatan, Senin, (23/7).

Kuli angkut seperti Tahrim bekerja seolah tak kenal waktu. Bayangkan saja mereka berada di pasar selama 14 jam. Mulai pukul 4 subuh sampai pukul 5 petang.

"Dari subuh jam 4 lah sudah ada disini (Pasar Minggu)," imbuhnya. Tahrim mulai bekerja sebagai kuli panggul sejak 3 tahun lalu.

Ongkos yang mereka dapatkan dari mengangkut barang tak begitu menggembirakan. Seperti yang diakui oleh Andi seorang kuli panggul dari Kampung Jawa.

"Sekali ngangkut dapat goceng. Selebihnya ya gimana yang ngasih aja," kata Andi, 26,  yang baru 6 bulan menjadi kuli panggul.

Saat ROL tanya apakah dia berpuasa di bulan ramadhan saat bekerja. Andi menyatakan kadang puasa kadang tidak. Saat itu kebetulan Andi sedang tidak berpuasa.

"Sekarang lagi gak puasa, paginya gak sahur," ungkapnya.

Lain Tahrim dan Andi Lain juga Udi. Kuli pangggul asal kabupaten Serang, Banten ini mengaku tetap menjalankan puasa saat bekerja.

"Saya puasa. puasa kan kewajiban kita harus ditunaikan," ujar pria yang tahun ini genap memasuki usia kepala empat.

Udi sama seperti tukang panggul lainnya bekerja dari subuh sampai menjelang bedug maghrib tiba. Dia bergegas menghampiri orang yang memanggilnya untuk mengangkut barang.

"Saya buru-buru mas, udah ya," sambil berlalu.

Para tukang panggul itu tidak berpuasa dan berpuasa dengan alasan masing-masing. Yang jelas mereka membutuhkan pekerjaan itu. Ada perbedaan pendapat terhadap orang yang bekerja keras dalam fisik apakah boleh tidak berpuasa. Namun jika berpuasa, akan lebih baik bagi orang-orang yang beriman.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X