Pedagang Ramadhan Malaysia Akui Penjualan Tahun Ini Membaik

Rep: mgrol135/ Red: Ani Nursalikah

 Selasa 19 Apr 2022 19:25 WIB

Bazar atau pasar Ramadhan di Malaysia. Pedagang Ramadhan Malaysia Akui Penjualan Tahun Ini Membaik Foto: BERNAMA Bazar atau pasar Ramadhan di Malaysia. Pedagang Ramadhan Malaysia Akui Penjualan Tahun Ini Membaik

Pedagang berhasil menjual dagangan mereka dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

REPUBLIKA.CO.ID, SELANGOR -- Ini merupakan hari yang sibuk bagi Deltisusanti Suhardi, sejak dia membuka warungnya sebelum pukul 16.00 untuk mulai memasak hidangannya untuk pembeli selama Ramadhan. Tak henti-hentinya para pelanggan mampir untuk memesan makanan dibungkus untuk disantap begitu tiba waktu berbuka

 

Baca Juga

Dibandingkan tahun lalu, pedagang kaki lima berusia 40 tahun itu mengaku lebih optimistis menyambut Ramadhan ini. “Tahun lalu saya juga buka lapak untuk Ramadhan, tapi kami tidak bisa menyelesaikan stok karena waktu bisnis kami dipersingkat. Saya mengalami kerugian,” kenang Deltisusanti.

 

Bazar Ramadhan telah hidup kembali di Malaysia bulan ini, karena sebagian besar pembatasan Covid-19 telah dilonggarkan. Tahun lalu, Ramadhan ditandai dengan lonjakan kasus, mendorong pihak berwenang untuk memperketat pembatasan Covid-19 sekitar seminggu sebelum Hari Raya. Bazar diperintahkan untuk ditutup sebagai bagian dari tindakan tersebut. Lonjakan beban kasus juga mengakibatkan karantina nasional ketiga yang dijuluki MCO 3.0.

 

Bagi Deltisusanti, yang menjalankan kiosnya di SS6 di Petaling Jaya di Selangor, musim Ramadhan ini sejauh ini merupakan musim yang baik. Dilansir dari Channel News Asia, Selasa (19/4/2022), Deltisusanti menyatakan tahun ini sangat jauh berbeda.

"Pelanggan datang kembali dalam jumlah, hampir seperti tahun-tahun sebelumnya. Jadi bisnis saya cukup bagus,” katanya.

 

Dia mencatat protokol kesehatan telah dilonggarkan dibandingkan dengan  2021. Berbagai pembatasan membuat banyak pelanggannya yang biasa menjauh dari pasar tahun lalu, katanya.

 

“(Tahun ini), penghasilan setiap hari lumayan. Saya dapat menutup biaya menyewa kios ini dan bahan-bahannya sejauh ini, setelah 10 hari,” katanya.

 

Baik Deltisusanti maupun pedagang lain merasakan penghasilan mereka mulai meningkat dibandingkan tahun lalu. Mereka berhasil menjual dagangan mereka dua kali lipat dari sebelumnya.

Meskipun pembatasan Covid-19 dilonggarkan secara nasional, otoritas setempat masih mematuhi langkah-langkah pengendalian massa di bazar karena varian Omicron masih menjadi perhatian. Dewan Kota Petaling Jaya mencoba metode baru, dengan melakukan penjagaan oleh personel Korps Relawan (RELA) dan penegak dewan, di area bazaar terbuka terletak di sepanjang jalan utama dengan pintu masuk dan keluar.

Pengunjung diwajibkancheck-in melalui aplikasi pelacak MySejahtera. Pada saat yang sama, monitor di kedua titik masuk memiliki sensor untuk mengukur jumlah orang yang telah memasuki area tersebut.

 

Begitu jumlah orang di dalam bazaar mencapai 500, penjaga RELA bergerak untuk menghentikan pengunjung baru masuk. Mereka harus berbaris dan menunggu sampai beberapa orang di dalam area bazaar telah keluar untuk memberi ruang bagi mereka.

 

Penjual roti john, Azlan Mohd (40 tahun), mengatakan metode pengendalian massa yang diujicobakan oleh dewan kota merupakan penghalang. Dia mengklaim bisnis masih lambat bahkan dengan pembatasan yang dilonggarkan.

 

Sedangkan bagi yang senang mengunjungi bazar Ramadhan justru senang bisa merasakan kembali dalam suasana. Pengunjung, Jonathan Hurley (53) dan istrinya Rozzfariza Razalli (48), mengatakan "Ini adalah pertama kalinya kami pergi ke pasar Ramadhan sejak bulan puasa dimulai.”

 

Pengunjung mengungkapkan rasa senang mereka, setelah selama dua tahun mereka tidak bisa berpergian keluar. Mereka akhirnya bisa mengunjungi bazaar lagi dengan membawa keluarga dan orang tercinta mereka.

 

Meskipun keadaan hampir kembali normal, mereka mengingat penderitaan karena tidak dapat bertemu dengan teman-teman, dan tidak berbuka puasa dengan keluarga besar mereka selama dua tahun terakhir. Mereka telah menghindari mengunjungi pasar Ramadhan meskipun mereka buka selama beberapa minggu tahun lalu.

https://www.channelnewsasia.com/asia/malaysia-ramadan-bazaar-2022-covid-sop-2631551

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X