Penyakit Hati yang Membatalkan Puasa

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Hafil

 Senin 18 Apr 2022 13:53 WIB

Penyakit Hati yang Membatalkan Puasa. Foto: Menu masakan hotel khas Nusantara khusus untuk berbuka puasa diperlihatkan saat kunjungan Accor Group Hotel ke kantor Republika, Jakarta, Kamis (24/3/2022). (ilustrasi) Foto: Republika/Thoudy badai Penyakit Hati yang Membatalkan Puasa. Foto: Menu masakan hotel khas Nusantara khusus untuk berbuka puasa diperlihatkan saat kunjungan Accor Group Hotel ke kantor Republika, Jakarta, Kamis (24/3/2022). (ilustrasi)

Puasa bisa batal karena penyakit hati.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Selain makan minum dan sejenis, lima penyakit hati juga dapat membatalkan seseorang dari puasanya. Ada lima penyakit hati seperti disampaikan Rasulullah SAW dalam sabdanya.

"Ada lima hal yang membatalkan ibadah orang yang berpuasa, yaitu berbohong, membicarakan orang lain, mengadu domba, sumpah palsu dan melihat dengan syahwat."

Baca Juga

Imam Ghazali mengatakan, bahwa puasa memiliki tiga tingkatan. Pertama puasa umum, puasa khusus dan puasa khushushul khushush (paling khusus di antara yang khusus).

Adapun puasa umum adalah menahan perut dan kemaluan dari melampiaskan syahwat. Puasa khusus adalah menjaga pendengaran, penglihatan, lisan, tangan, kaki dan seluruh anggota tubuh yang lain dari berbagai perbuatan dosa.

Sedangkan puasa paling khusus adalah menahan hati dari hasrat dan pikiran duniawi serta total mencegah hati dari segala sesuatu selain Allah. Puasa menjadi batal ketika seseorang melakukan sesuatu yang terlarang dilakukan sewaktu puasa. Rasulullah saw bersabda: 

"Dalam puasa khushushul khushush, semua anggota tubuh harus dipelihara dari berbuat maksiat," begitu sabda Rasulullah seperti ditulis Imam Ghazali dalam kitanya "Ikhtisar Ihya Ulumiddin".

Selain tidak berlebihan dalam hal pembicaraan, pada saat puasa eyogianya tidak berlebihan menyantap makanan di saat berbuka. Karena, tidak ada wadah yang paling dimurkai Allah jika ia dipenuhi selain daripada perut. 

Imam Al-Ghazali mengatakan hendaknya hati orang yang berpuasa merasa bimbang dengan ibadah puasa yang dikerjakannya. Orang yang berpuasa harus punya antara berharap dan merasa takut.

"Apakah puasanya bakal diterima atau bagian yang dia dapat dari puasa hanyalah lapar, haus dan capek? ," katanya.

Dikatakan dalam sebuah riwayat, “Banyak sekali orang puasa namun bagian yang dia peroleh dari puasanya hanya lapar dan kepayahan.” Sebab maksud tujuan dari puasa adalah menahan diri dari syahwat. 

"Tidak hanya sebatas menahan diri dari makan dan minum," katanya.

Bahkan lebih dari itu, menahan diri dari melihat sesuatu yang diharamkan, menggunjing orang lain, mengadu domba dan berbohong. Semua itu sudah pasti membatalkan nilai-nilai puasa.

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X