Sabtu 16 Apr 2022 14:14 WIB

Polres Bogor Lakukan Pengamanan di Jalur Puncak Jelang Lebaran

Polres Bogor melakukan pengamanan di jalur Puncak menjelang Lebaran.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Bilal Ramadhan
Sejumlah pengendara melintas di jalur wisata Puncak yang terpantau padat di Cipayung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Polres Bogor melakukan pengamanan di jalur Puncak menjelang Lebaran.
Foto: ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Sejumlah pengendara melintas di jalur wisata Puncak yang terpantau padat di Cipayung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Polres Bogor melakukan pengamanan di jalur Puncak menjelang Lebaran.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bogor akan melakukan pengamanan di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor jelang Idul Fitri 1443 Hijriah. Baik pada perjalanan wisatawan maupun masyarakat di Jalur Puncak sendiri agar aman dan nyaman.

Kasatlantas Polres Bogor, AKP Dicky Anggi Pranata, mengatakan pengamanan tersebut dilakukan untuk memperlancar arus. “Pastinya ada penempatan personel di seluruh titik rawan atau simpul kemacetan untuk membantu pengaturan arus,” kata Dicky, Sabtu (16/4/2022).

Baca Juga

Nantinya, kata dia, di seluruh Kabupaten Bogor akan terdapat 15 posko pengamanan. Dimana empat di antaranya terletak di Jalur Pincak yakni di Pospol Gadog, Cisarua, Cimory, dan Masjid Atta’awun.

Dicky menjelaskan, posko tersebut akan ditempatkan sebagian personel yang berjaga. Tak hanya untuk pengamanan, Polres Bogor juga tetap membuka gerai vaksin. Mengingat vaksin terutama vaksin booster, menjadi syarat perjalanan bagi masyarakat.

“Jadi kita terus gencar mengimbau masyarakat untuk mendapat vaksin booster secara gratis,” tegasnya.

Selain itu, lanjutnya, Satlantas Polres Bogor juga akan menyiapkan mobil derek di Tanjakan Selarong, Gunung Mas, dan Taman Wisata Matahari. Dalam rangka mengantisipasi adanga kendaraan yang mogok, sehingga menyebabkan kemacetan.

Dicky memprediksi, volume kendaraan di Jalur Puncak akan meningkat pada hari H Lebaran dan setelahnya. Mengingat Jalur Puncak bukan jalur mudik melainkan jalur wisata.

“Tapi itu hanya prediksi, kita tetap melihat situasi di lapangan seperti apa. Bersiaga dan standby personel selama proses operasi berlangsung. One way juga dilaksanakan situasional,” pungkasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement