Pekerja Migran Muslim Singapura Kini Bisa Sholat Tarawih Berjamaah

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ani Nursalikah

 Rabu 13 Apr 2022 04:45 WIB

Masjid Jamae atau Masjid Chulia di Jalan South Bridge distrik Chinatown Singapura. Pekerja Migran Muslim Singapura Kini Bisa Sholat Tarawih Berjamaah Foto: Republika/Idealisa Masyrafina Masjid Jamae atau Masjid Chulia di Jalan South Bridge distrik Chinatown Singapura. Pekerja Migran Muslim Singapura Kini Bisa Sholat Tarawih Berjamaah

Pada 2020, pekerja migran yang tinggal di asrama sebagian besar harus sholat sendiri.

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA -- Para pekerja Muslim di Singapura untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, bisa melaksanakan sholat tarawih berjamaah hingga 500 jamaah selama Ramadhan. Pusat Rekreasi Kranji akan menampung 500 pekerja migran untuk pelaksanaan sholat.

Makanan juga akan disiapkan untuk para pekerja sehingga mereka dapat menikmati buka puasa bersama. Juga akan ada acara di Pusat Rekreasi Tuas Selatan pada 3 Mei untuk menandai akhir Ramadhan dan untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri, seperti dilansir Straits Times, Selasa (12/4/2022).

Baca Juga

Berbagai pertemuan tersebut dimungkinkan karena adanya pelonggaran langkah-langkah manajemen yang aman yang dimulai pada 29 Maret. Hal ini mencakup tidak lagi mengharuskan jaga jarak fisik. Artinya, sholat berjamaah bisa dilakukan tanpa harus ada jarak pada shafnya.

Pada 2020, pekerja migran yang tinggal di asrama sebagian besar harus sholat sendiri atau bersama teman sekamar selama Ramadhan. Situasi membaik tahun lalu, ketika hingga 200 pekerja sehari dapat menghadiri sesi sholat berjamaah di setiap asrama setiap hari.

Kementerian Tenaga Kerja Singapura dan JTC Corporation mengatakan akan terus memfasilitasi sesi sholat berjamaah di pusat rekreasi dan asrama di sini. Kementerian juga akan mempertimbangkan untuk menjadwalkan acara seperti itu pada akhir pekan ketika lebih banyak pekerja migran mengunjungi pusat rekreasi.

Inisiatif ssholat alat berjamaah ini diselenggarakan oleh Alliance of Guest Workers Outreach (AGWO) bekerja sama dengan Kementerian Tenaga Kerja (MOM), JTC Corporation, Dewan Agama Islam Singapura, Masjid An-Nur dan Makanan Gratis Untuk Semua. AGWO adalah gerakan di bawah HIA, sebuah organisasi non-pemerintah.

Pemerintah Singapura juga menyelenggarakan agenda bazar Ramadhan 1443 Hijriyah. Bazar sudah dua kali dalam dua tahun terakhir ini tidak digelar karena kondisi pandemi Covid-19. Masyarakat Singapura bisa mendatangi dua bazar Ramadhan yang berlokasi di Kampong Glam dan Geylang Serai.

Hal ini disampaikan Menteri Negara Pembangunan Nasional Muhammad Faishal Ibrahim dalam unggahan di akun Facebooknya. "Akan ada lampu hari raya di kedua lokasi itu. Bazar iin dapat dinikmati masyarakat saat mereka ingin berbelanja kebutuhan untuk hari raya (Idul Fitri)," kata dia.

https://www.straitstimes.com/singapore/community/large-scale-ramadan-prayers-for-migrant-workers-return-though-first-session-drew-small-turnout

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X