Dokter Gizi Sarankan Sahur Mendekati Imsak

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

 Kamis 07 Apr 2022 00:05 WIB

Sahur jelang imsak disarankan supaya jarak dengan berbuka tak lebih dari 14 jam. Ilustrasi. Foto: Republika Sahur jelang imsak disarankan supaya jarak dengan berbuka tak lebih dari 14 jam. Ilustrasi.

Sahur jelang imsak disarankan supaya jarak dengan berbuka tak lebih dari 14 jam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Universitas Indonesia Diana Felicia Suganda menyarankan masyarakat yang berpuasa agar makan sahur mendekati imsak. Ia juga menyarankan untuk tidak sahur lebih dini atau beberapa jam menjelang waktu sahur seharusnya.

"Sahur kalau lebih cepat artinya waktu kita kosong alias berpuasa lebih panjang," kata Diana melalui surat elektroniknya, Rabu (6/4/2022).

Baca Juga

Dokter yang kerap menjadi pembicara dan narasumber dalam sejumlah talkshow kesehatan di stasiun televisi nasional itu mengatakan, sahur sebaiknya dilakukan mendekati imsak supaya jarak dengan berbuka tidak lebih dari 13-14 jam. Jika Anda sahur sekitar pukul 03.00-04.00 maka Anda berpuasa sekitar 13-14 jam hingga waktu berbuka puasa pukul 18.00.

Dia menjelaskan bagi orang dengan masalah gula darah, waktu berpuasa yang lebih panjang bisa menyebabkan gula darah menjadi drop. Namun kondisi ini mungkin tak dialami mereka tanpa masalah gula darah, kendati rekomendasi berpuasa (di Indonesia) tak lebih dari 13-14 jam dan berarti sahur menjelang waktu imsak.

"Pengaruhnya untuk orang-orang dengan masalah gula darah ya biasanya jadi lebih berat kalau lewat dari jam makannya. Waktu berpuasa lebih panjang akhirnya gula darahnya keburu drop," jelas Diana.

Di sisi lain, sahur dini misalnya pukul 24.00 demi menghindari bangun sahur pukul 03.00 bisa mengganggu jam biologis tubuh. Tubuh termasuk saluran cerna yang seharusnya beristirahat malah justru dipaksa bekerja.

"Semua sudah ada penelitiannya, rekomendasinya kapan kita harus makan saat bulan puasa. Jadi sebaiknya sahurnya tidak pukul 24.00 atau dijadikan makan malam. Sewajarnya saja kita sahur sesuai jam menuju imsak dan saat berbuka puasa," jelas Diana.

Saat sahur, seperti anjuran Kementerian Kesehatan, sebaiknya konsumsi makanan berprotein, karbohidrat kompleks yang tinggi serat, serta memperbanyak konsumsi buah dan sayuran segar untuk membantu menjaga stamina tubuh saat menjalankan puasa. Selain itu, pastikan Anda cukup minum air dan mengurangi konsumsi makanan asin karena makanan dengan kadar garam tinggi akan mempercepat keluarnya cairan tubuh.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...

Berita Lainnya

Play Podcast X