Amalan Rasulullah Selama Ramadhan Setelah Terbit Fajar

Rep: Ali Yusuf/ Red: Agung Sasongko

 Rabu 06 Apr 2022 09:30 WIB

Ilustrasi Ramadhan Foto: Pixabay Ilustrasi Ramadhan

Rasulullah SAW menganjurkan beberapa amalan (program) Ramadhan setelah terbit fajar.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA-- Rasulullah SAW menganjurkan beberapa amalan (program) Ramadhan setelah terbit fajar. Program ini pernah dilakukan Rasulullah SAW didasarkan kepada program Rabbani sesuai syariat. 

Ustadz Abu Muhammad Ibnu Shalih Hasbulloh dalam bukunya "Mengatur Waktu di Bulan Ramadhan' menuliskan program setelah terbit fajar yang pertama dilakukan Rasulullah adalah menahan diri dari makan dan minum serta hal-hal yang membatalkan puasa.

Baca Juga

Nabi Muhammas SAW bersabda: 

"Sesungguhnya Bilal mengumandangkan azan ketika masih malam makan-makan minumlah kalian (makan sahur) hingga kalian mendengar adzan Abdullah bin Ummi maktum." (HR Al Bukhari).

Program kedua menjawab adzan dan berdoa setelahnya. 

Dalam riwayat lain Nabi Muhammad SAW bersabada:

"Barang siapa mendengar adzan lalu membaca: Allaahumma...wa'adtah (Ya Allah, Rabb seruan yang sempurna, dan shalat yang akan ditegakkan, berikanlah al-wasilah) dan al-fadhiilah) kepada Muhammad. Dan bangkitkanlah Muhammad menempati tempat yang terpuji yang Engkau janjikan kepadanya), maka ia akan mendapatkan syafa'atku pada hari Kiamat.” (HR. Bukhari) 

Setelah adzan tiba maka, jalankan program ketiga, kerjakan shalat sunnah dua raka'ar sebelum shalat Shubuh. Pada raka'at pertama membaca surat al-Kaa-firuun, dan pada raka'at kedua membaca surat al-Ikhlaash. Nabi SAW tidak pernah meninggalkannya, baik ketika safar maupun tidak. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh 'Aisyah ra-dbiyallaahu 'anha, bahwa tidak ada shalat sunnah yang paling diperhatikan oleh Nabi sballallaahu 'alaihi wa sallam selain dua raka'at sunnah sebelum Shubuh.”

Program keempat, salat subuh berjamaah di masjid untuk laki-laki. Program ini sangat dianjurkan oleh Nabi SAW dan bersabda.

" Seandainya manusia mengetahui pahala yang dapat pada adzan dan shaff pertama kemudian mereka tidak akan mendapatkannya kecuali harus diundi niscaya mereka akan mengundinya. Seandainya mereka mengetahui keutamaan bepergian pagi ?bersegera ke masjid), niscaya mereka akan berlomba-lomba. Seandainya mereka mengetahui keutamaan salat Isya dan Subuh, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak-rangkak."

 

 

Berita Lainnya