Rabu 06 Apr 2022 07:55 WIB

Oman Peringatkan Jamaah Patuhi Aturan Pencegahan Covid

Oman kembali meminta jamaah untuk mematuhi aturan Covid-19 selama Ramadhan

Rep: Andrian Saputra/ Red: Agung Sasongko
Masjid Agung Sultan Qaboos, Muscat, Oman
Foto: Republika/Nur Hasan Murtiaji
Masjid Agung Sultan Qaboos, Muscat, Oman

REPUBLIKA.CO.ID,  MUSKAT —- Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Oman kembali meminta jamaah untuk mematuhi aturan Covid-19 selama Ramadhan setelah ditemukannya serangkaian pelanggaran. Aturan baru pencegahan Covid-19 itu sejatinya diumumkan sejak pekan lalu termasuk di antaranya membatasi jamaah sholat tarawih di masjid yang hanya dapat diikuti oleh orang dewasa yang sudah divaksin penuh.

Pembatasan dilakukan untuk menghentikan penyebaran Omicron yang kasusnya meningkat pesat. Namun aturan yang telah diumumkan itu tak digubris. Masih banyak jamaah yang melanggar aturan tersebut hingga membuat Pemerintah kembali meminta para pengurus masjid untuk menegakan prokes. 

Baca Juga

“Kementerian telah meminta deputi masjid, imam dan khatib untuk mematuhi keputusan yang diumumkan dan mendesak semua jamaah untuk menerapkan jarak fisik dan memakai masker saat melakukan ritual. Arahan ini datang setelah fakta bahwa beberapa jemaah tidak mematuhi prosedur, termasuk shalat Jumat dan shalat Tarawih,” kata Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Oman seperti dilansir the national news pada Rabu (6/4/2022).

Tak hanya itu Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Oman juga memutuskan melarang adanya buka puasa bersama di masjid maupun tempat umum lainnya untuk memastikan setiap orang mengikuti langkah pencegahan Covid-19. 

Sebelum pandemi, kelompok besar berkumpul untuk tarawih setiap malam selama bulan suci, dan makanan buka puasa bersama di masjid-masjid di seluruh Oman sehingga umat Islam dapat berkumpul dan berbuka puasa bersama. Sementara itu Sultan Haitham bin Tariq dari Oman juga meminta warga Oman untuk mengikuti aturan.

“Yang Mulia Sultan telah menggarisbawahi pentingnya semua individu dan perusahaan menjaga kepatuhan terhadap tindakan pencegahan untuk mengatasi pandemi, terutama dengan mengikuti instruksi yang dikeluarkan oleh pihak berwenang.”

Pihak berwenang di Oman telah mendorong penduduk dan warga untuk memperoleh suntikan  vaksin kedua Covid-19 jika mereka belum melakukannya. Oman telah mencatat total 388.536 kasus virus corona dan 4.252 kematian sejak awal pandemi terjadi. Otoritas kesehatan mencatat 36 kasus baru terjadi kemarin.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement